Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ribuan Dolar Amerika Disita dari 3 Pelaku Hipnotis asal China

Agregasi Sindonews.com , Jurnalis-Minggu, 05 Juni 2016 |22:35 WIB
Ribuan Dolar Amerika Disita dari 3 Pelaku Hipnotis asal China
Ilustrasi (Okezone)
A
A
A

BATAM - Tiga warga China pelaku hipnotis yang sering beraksi di Batam, berhasil ditangkap di depan pertokoan BCS Mall pada Sabtu sore 4 Juni, kemarin. Ketiganya merupakan komplotan yang sering beraksi di money changer di Batam, dari tangannya ditemukan uang pecahan dolar Amerika belasan ribu yang dirupiahkan sebanyak Rp131 juta.

Penangkapan Chen Bing Kun (47), Ye Feina (47) dan Luo Yoezhen (27) setelah koordinasi dengan Asosiasi Valuta Asing Batam dengan pihak kepolisian.

Pasalnya, kawanan pelaku berhasil menghipnotis money changer Instar di daerah Nagoya dengan kerugian Rp70 juta dan Money Changer Jaya Raya dengan kerugian sekitar ratusan juta rupiah.

Menurut Amat Tantoso Dewan Panasehat Asosiasi Valuta Asing Batam, kawanan pelaku ini berhasil menggasak dua money changer pada Selasa 17 Mei lalu dengan total kerugian ratusan juta rupiah.

Pasca kejadian itu, semua pemilik money changer di Batam melakukan pengintaian terhadap pelaku yang sempat terekam kamera Camera Circuit Television (CCTV).

"Setelah dua money changer berhasil ditipu pelaku, kita sebarkan wajah pelaku ke semua money changer di Batam," ujarnya, Minggu (5/6/2016) siang.

Modus kawanan pelaku, sambung Amat, pelaku membawa pecahan dolar beragam dengan jumlah besar. Setelah menanya harga jual beli dolar, kawanan pelaku menunjukan uangnya kepada kasir.

Setelah dihitung uang pelaku oleh kasir, pelaku tidak mau memberikan uangnya. Tetapi, pelaku akan memberikan dolar yang dibawa setelah kasir menyerahkan uang rupiah.

"Saat kasir memberikan uang, barulah mereka menghipnotis kasir dan membawa uang rupiah serta dolar yang dibawanya," katanya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement