“Hari ini adalah bab baru dalam hidup kami. Lebih sulit, lebih menyakitkan, tiada kebahagiaan, tiada cinta,” ungkap Brendan Cox, sebagaimana dinukil Mirror, Jumat (17/6/2016).
“Saya dan teman-teman Jo serta keluarga akan terus melanjutkan hidup untuk mencintai dan merawat anak-anak kami, serta melawan kebencian yang jadi penyebab Jo terbunuh. Jo percaya pada dunia yang lebih baik dan dia memperjuangkannya setiap hari,” tambahnya.
Sedikit mengulas sosoknya, Jo lahir di Batley, West Yorkshire, Inggris pada 22 Juni 1974 dari seorang ibu, Jean yang bekerja sebagai sekretaris sekolah dan seorang ayah, Gordon yang merupakan buruh pasta gigi dan hairspray di Leeds.
Pendidikan dasarnya dihabiskan di Heckmondwike, hingga jadi yang pertama di keluarganya yang mengenyam pendidikan tinggi di Pembroke College dengan jurusan Ilmu Sosial dan Politik.