Dua agenda lain yang masuk bahasan utama, ialah memperkuat konektivitas antar kawasan Asia dan Eropa, serta membahas isu-isu kawasan secara regional dan global.
Dengan tema "20 years of ASEM: Partnership for the Future trhrough Connectivity", ada tiga isu utama yang menjadi sorotan pemerintah Indonesia.
Pertama, mendorong kerja sama ekonomi, pendidikan serta preferensi terhadap konsep konektivitas yang komprehensif dan inklusif di kawasan Eropa dan Asia.
Kedua, mendorong pembangunan infrastruktur yang meningkatkan konektivitas, serta mendorong meningkatnya bisnis, pariwisata, perdagangan dan investasi.
Terakhir, Indonesia juga memandang pentingnya kerja sama penyebaran budaya damai dan toleransi. KTT ASEM yang didirikan pada 1996, saat ini beranggotakan 53 mitra, yang terdiri dari 21 negara Asia, 30 negara Eropa.
"Dan nantinya juga akan dihadiri beberapa lembaga internasional, seperti Sekretariat ASEAN dan Uni Eropa. Mengenai jumlah pasti negara yang akan hadir, baru bisa dipastikan nanti saat hari H," lanjutnya.
ASEM sendiri merupakan forum dialog yang ditujukan untuk menciptakan kemitraan dan kemajuan Asia-Eropa, memperkuat dialog yang setara dan membangun saling pengertian kedua kawasan. Sifat kerja sama forum internasional ini adalah informal, non biding, multidimensional dan evolutionary.
Fokusnya terletak pada tiga pilar kerja sama, yaitu politik, ekonomi dan sosial budaya. Gabungan keanggotaan ASEM merepresentasikan 60 persen penduduk dunia dan 60 persen perdagangan dunia.
(Randy Wirayudha)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.