Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tradisi Grebeg Syawal Keraton Kanoman, Pengakuan terhadap Silsilah Leluhur

Agregasi Kabar Cirebon , Jurnalis-Kamis, 14 Juli 2016 |14:23 WIB
Tradisi Grebeg Syawal Keraton Kanoman, Pengakuan terhadap Silsilah Leluhur
Tradisi gerebek syawal keraton di Cirebon (foto: istimewa)
A
A
A

CIREBON - DINGIN udara pagi belum beranjak, waktu masih menunjukkan pukul 06.00 WIB dan matahari masih malu-malu menunjukkan sinarnya. Namun, ribuan warga dari berbagai daerah telah berdesakan di area kompleks Makam Sunan Gunung Jati, di Desa Astana Gunung Sembung, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, Rabu (13/7/2016).

Mereka yang umumnya datang berombongan dari berbagai wilayah di Cirebon maupun dari sejumlah luar kota di Indonesia, bermaksud untuk mengikuti tradisi Grebeg Syawal yang diselenggarakan Keraton Kanoman Cirebon.

Grebeg Syawal yang berlangsung setiap tahun, dimaksudkan sebagai rasa syukur kepada Allah SWT atas karunianya sehingga dapat melaksanakan ibadah puasa selama bulan Ramadan dan puasa sunah 6 hari (puasa Syawal). Prosesi ritual ini, dijadikan media pertemuan (silaturahmi) dan mengukuhkan persaudaraan antara umat Islam (ukhuwah islamiyah) antara sultan dengan masyarakat yang berziarah di makam Kanjeng Sunan Gunung Jati.

“Prosesi ritual yang dihabiskan dalam bentuk pengakuan terhadap silsilah para leluhur dan perhelatan yang berisi doa kepada para raja-raja Cirebon yang telah wafat. Tahun ini, Kesultanan Kanoman Cirebon melaksanakan ritual Grebeg Syawal yang dipimpin langsung oleh Sultan Kanoman XII, Kanjeng Gusti Sultan Raja Moch. Emirudin,” terang Sekretaris dan Juru Bicara Kesultanan Kanoman Cirebon, Ratu Raja Arimbi Nurtina, di sela kegiatan kepada wartawan.

Dirinya menerengkan, esensi prosesi ritual ini merupakan ziarah kubur Sultan Kanoman XII Kanjeng Gusti Sultan Raja Moch Emirudin, bersama segenap keluarga dan kerabat kesultanan ke makam raja-raja Kesultanan Kanoman yang telah wafat dan disemayamkan di kompleks Astana Gunung Sembung.

Arimbi menjabarkan, prosesi dimulai dengan berkumpulnya para keluarga dan kerabat kesultanan di Pendopo Djinem Keraton Kanoman. Lalu sekitar pukul 06.30 WIB, gusti Kanjeng Gusti Sultan Raja Moch Emirudin beserta keluarga dan kerabat kesultanan menuju Astana Gunung Sembung. Kemudian, Raja Moch Emirudin memasuki Kori Gapura alun-alun dan Kori Krapyak. Kedua kori tersebut, terang Armbi, merupakan pintu gerbang dari pintu-pintu yang akan dilalui Kanjeng Gusti Sultan beserta segenap keluarga dan kerabat Kesultanan Kanoman untuk memasuki pintu ke-8 dan pintu ke-9.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement