PACITAN – Memiliki keterbatasan fisik, bukan menjadi suatu alasan untuk tidak berprestasi. Memiliki keterbatasan fisik, justru terkadang menjadi semangat seseornag untuk melampaui mereka yang dianggap normal.
Salah satunya seperti yang dilakukan oleh Murtini, wanita penyandang tunanetra ini memiliki tekad dan keinginan kuat untuk menaklukkan seluruh wilayah Indonesia. Sejak 2007, Murtini memutuskan untuk keluar rumah dan berkeliling ke seluruh kota/kabupaten se-Indonesia.
Mantan dosen Universitas Riau yang bergelar magister itu menceritakan, awal mula memutuskan untuk berkeliling Indonesia bertujuan untuk memecahkan rekor Muri dengan kategori tunanetra yang keliling Indonesia.
Selain mewujudkan ambisi, Murtini mengaku, perjalanannya juga bertujuan untuk mengetahui pelayanan di kantor-kantor pemerintah terhadap kaum difabel. Setiap kali datang ke kabupaten/kota, Murtini selalu mendatangi kantor pemerintahan, bertemu dengan bupati/wali kota, Polres, hingga TNI.
Saat bertandang ke kantor pemerintahan, Murtini selalu meminta kepada pejabat terkait untuk membuatkan surat keterangan dirinya sudah berkunjung ke lokasi tersebut. Surat keterangan ini menjadi bukti yang kelak akan diberikan kepada pemerintah pusat.
Bagi penyandang tunanetra seperti Murtini, berkeliling ke seluruh wilayah Indonesia bukan persoalan gampang. Dia harus membulatkan niat dan meminta persetujuan serta dukungan dari keluarganya.
Sebagai seorang tunanetra, perjalanan keliling Indonesia juga menjadi persoalan tersendiri. Tetapi, dia mengakui selama ini tidak begitu mendapat masalah dalam menyelesaikan misinya tersebut.
“Saya dulu seorang dosen Pendidikan Kewarganegaraan di Universitas Riau, setelah saya mengalami kebutaan, saya berhenti mengajar. Saya mendapat gelar doktor di Belanda,” kata warga Kelurahan Pinang, Kota Tangerang, Jawa Barat ini, seperti dikutip dari Madiun Pos, Jumat (22/7/2016).