Anggota Sebut Pemberitaan Soal Mobdin Bohong, Ketua DPRD Minta Maaf

Zen Arivin, Okezone · Jum'at 22 Juli 2016 14:21 WIB
https: img.okezone.com content 2016 07 22 519 1444282 anggota-sebut-pemberitaan-soal-mobdin-bohong-ketua-dprd-minta-maaf-ki3uSyKgHd.jpg

JOMBANG - Anggota DPRD Jombang, Irwan Prakoso menuding pemberitaan jurnalis MNC Media, Mukhtar Bagus dalam tayangan televisi yang menyebutkan usulan pengadaan mobil dinas dari anggota DPRD Jombang ditolak eksekutif adalah berita bohong. Irwan juga menyebut pemberitaan itu ngawur.

Tudingan itu disampaikan Irwan saat menanggapi postingan akun Juliana Niswah Qonita di grup Facebook Seputar Jombang Beriman dan Info Terkini. Dalam kolom komentar, ia meminta admin grup Facebook menghapus postingan tersebut.

"Hapus saja karena berita tidak benar alias ngawur, dari mana sumbernya bohong itu," tulis akun Irwan Prakoso.

Menanggapi hal itu, Mukhtar Bagus mengaku sangat menyayangkan komentar anggota DPRD aktif itu. Menurutnya tidak ada yang salah dengan pemberitaan yang ditayangkan MNC Media dalam program Lintas Jatim itu.

"Salahnya dimana? Saya masih menyimpan rekaman vidio salah satu anggota DPRD yang menjadi narasumber," ujar Muktar Jumat (22/7/2016).

Mukhtar pun meminta wakil rakyat yang menyebut pemberitaan itu bohong untuk mengklarifikasi komentarnya di medsos itu. Sebab, pemberitaan itu sudah sesuai dengan apa yang disampaikan narasumber.

"Saya cukup menyayangkan. Apalagi anggota dewan itu menyebut berita itu bohong dan ngawur. Padahal itu benar," imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Jombang Mundjidah Wahab membenarkan jika beberapa waktu lalu kalangan DPRD Jombang mengajukan pengadaan mobil dinas. Namun, usulan itu ditolak oleh pemprov Jawa Timur (Jatim).

"Memang benar teman-teman dari DPRD mengusulkan pengadaan mobil dinas, tapi usulan itu ditolak oleh provinsi saat kita lakukan untuk verifikasi," sambungnya.

Dia menambahkan, dicoretnya pengajuan mobil dinas yang dilakukan para wakil rakyat itu lantaran pengajuan itu tidak memiliki dasar. Ia menyebut tidak ada landasan bagi eksekutif untuk menyetujui usulan itu.

"Pengalaman saya dulu waktu jadi anggota DPRD provinsi memang kalau tidak ada regulasinya tidak bisa. Meskipun pada dasarnya anggaran itu ada, kami tetap tidak bisa menyetujui," imbuhnya.

Terpisah, Ketua DPRD Jombang Joko Triono saat dikonfirmasi perihal komentar anggotanya yang menuding pemberitaan MNC Media bohong, mengatakan pihaknya secara kelembagaan meminta maaf.

"Saya tidak tahu soal pak Irwan. Namun atas nama pimpinan lembaga saya minta maaf atas yang disampaikan di medsos" ungkapnya kepada okezone.

Politkus PDIP ini berjanji akan mengklarifikasi hal tersebut kepada anggotanya itu. "Kita akan panggil dan klarifikasi. Kalau memang seperti itu, nanti kami akan meminta beliau untuk meminta maaf. Namun itu hak pribadi masing-masing," terangnya.

Ditanya soal usulan pengadaan mobil dinas dari DPRD, Joko memastikan jika usulan itu benar adanya. Joko pun mengakui jika usulan itu sudah dianggarkan saat pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2016.

"Namun memang pengajuan itu ditolak oleh pemprov. Jadi bukan pemkab atau saya yang mencoret," tandasnya.

Sementara itu, Irwan Prakoso saat dikonfirmasi mengatakan jika pihaknya tidak menuding pemberitaan yang dilakukan MNC Media di program Lintas Jatim. Ia mengaku mengomentari postingan akun Juliana Niswah Qonita yang menurutnya keliru.

"Jadi maaf, bukan berita di MNC Media yang saya bilang salah dan ngawur itu, tapi postingannya. Karena bukan 50 kendaraan yang kita ajukan, melainkan 10," ungkapnya.

Kendati demikian, politisi partai Amanat Nasional ini mengakui jika akun Iwan Prakoso yang memberikan komentar itu merupakan akun resmi pihaknya. Namun lagi-lagi Irwan mengatakan jika dirinya tidak bermaksud menyalahkan pemberitaan MNC Media.

"Benar itu memang akun saya, tapi sekali lagi saya tidak bermaksud menyinggung pemberitaan rekan-rekan media," tandasnya.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini