ANKARA – Pasca-kudeta militer 15 Juli 2016, Pemerintah Turki terus mengambil sejumlah langkah strategis untuk melakukan pembersihan orang-orang yang terkait dengan aksi kudeta.
Baru-baru ini, Perdana Menteri (PM) Turki, Binali Yildirim mengumumkan pasukan pengawal presiden akan segera dibubarkan setelah beberapa anggotanya ikut terlibat dalam aksi kudeta.
"Tidak akan ada lagi pengawal presiden, tidak ada tujuan, tidak perlu," ujar Yildirim dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi lokal, sebagaimana dilansir Israel National, Minggu (24/7/2016).
Pasca-kudeta, setidaknya 283 orang pasukan pengaman Presiden Erdogan telah ditahan dan Turki kembali mengeluarkan surat perintah penangkapan kepada 300 anggota pengawal presiden lainnya.
Buntut kudeta, pangkalan militer Turki akan dipindahkan dari pusat kota dan pasukan militer Turki akan terhubung langsung ke Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri).