Bahaya Pokemon Go Melebihi Efek Negatif Narkoba

Amir Sarifudin , Okezone · Minggu 24 Juli 2016 04:30 WIB
https: img.okezone.com content 2016 07 24 340 1445326 bahaya-pokemon-go-melebihi-efek-negatif-narkoba-CKBeJJkOed.jpg Demam Pokemon Go (foto: Antara)

BALIKPAPAN - Hati- hati bagi Anda yang memiliki buah hati bermain Pokemon Go. Sebab, permainan Pokemon Go dinilai psikolog dapat merusak mental anak.

Psikolog, Dwita Salverri mengatakan, di dalam permainan itu terdapat unsur-unsur negatif yang mampu membuat anak berubah dari segi psikologinya.

Ditambahkannya, aplikasi permainan ini mudah mempengaruhi pikiran anak baik yang sadar maupun berdampak pada sisi religius pada anak.

"Itu nggak cuman psikologis, apalagi berdasarkan penelitian dari lembaga agama bahwa pokemon itu kan disisipi oleh hal-hal yang kurang baik. Tapi kalau dari sisi psikologis, bagaimanapun semua game apalagi Pokemon yang mengabaikan keselamatan lebih mengikat dari game-game yang lain. Pokemon ini udah mengabaikan keselamatan," ungkap Dwita saat ditemui saat peringatan Hari Anak Nasional, Sabtu 23 Juli 2016.

Dwita menyebutkan, bahaya permainan Pokemon Go terhadap anak melebihi dari efek narkoba. Dia menyarankan kepada orangtua untuk mengawasi anaknya ataupun melarang anaknya dalam bermain gadget.

"Sedangkan kita tahu bahaya efeknya game ke otak melebihi efek narkoba. Sementara begitu banyaknya hal-hal lain yang kita tinggalkan. Artinya satu-satunya jalan gadget itu harus dikurangi," tegasnya.

Menurutnya, apabila pemerintah melarang permainan-permainan sejenis Pokemon Go dan lainnya itu dapat mencegah perubahan mental anak yang tidak baik.

"Kalau misalnya dilarang jauh lebih bagus lagi. Sebetulnya gak hanya Pokemon, game-game lain sebetulnya kita sudah harus melarang. Karena didalam game itu ada unsur pornografi, porno aksi termasuk kekerasan, itu yang paling sangat berbahaya," ujarnya

Dia menyarankan, kepada orangtua untuk membimbing anaknya dalam proses tumbuh kembangnya mental pada anak. Bahkan, Dwita menyarankan kepada orang tua untuk memperkenalkan permainan tradisional kepada anak karena dinilai mampu meningkatkan motorik kasar pada anak.

"Di mana anak-anak harus dikenalkan kembali ke permainan tradisional, yang dimana permainan tradisional ini sudah hampir punah. Padahal itu yang membentuk motorik kasar anak. Sekarang semuanya kan serba instan harusnya game yang bermain alami sudah jadi instan," tukas Dwita.

(fid)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini