Tergiur Ratusan Juta, Guru Cantik Resign demi Pokemon

Randy Wirayudha, Okezone · Rabu 27 Juli 2016 13:07 WIB
https: img.okezone.com content 2016 07 27 18 1447924 tergiur-ratusan-juta-guru-cantik-resign-demi-pokemon-gqggRK7XBp.jpg Sophia Pedrazza (Foto: Facebook)

LONDON – Guru sebagai sosok yang digugu dan ditiru murid-muridnya, sejatinya berkewajiban menjauhkan dampak buruk game berbasis aplikasi, Pokémon Go. Tapi bukannya begitu, Sophia Pedrazza justru memilih resign, atau mundur dan tidak mengajar lagi demi berburu Pokémon.

Guru cantik yang mengajar di High Barnet, London Utara, Inggris itu mengaku ikut dilanda demam Pokémon Go. Apalagi setelah tahu bahwa dia bisa menguangkannya via penjualan akun permainan itu di situs lelang eBay.

Sophia kini tak lagi getol membuka buku untuk mengajar, melainkan sudah keranjingan bermain Pokémon Go 18 jam sehari, pasca-mengunggah game itu dua pekan lalu ke ponsel pintarnya.

Guru seksi berusia 26 tahn itu, turut tergiur keuntungan penjualan akun Pokémon Go yang berkisar antara 50 sampai lebih dari tujuh ribu poundsterling (sekira Rp120 juta), tergantung pada karakter dan poin pertarungan yang dimiliki.

“Saya mengunggahnya dan segera menyadari bahwa ada keuntungan uang yang bisa didapatkan. Jika Anda mendapatkan level yang tinggi, Anda bisa menjualnya di eBay,” cetus Sophia, disitat Daily Mail, Rabu (27/7/2016).

“Saya dengar akun-akun yang dijual dan saya lihat di eBay, beberapa di antaranya sudah level 20 dan di atas itu bisa bernilai seribu pounds (Rp60 juta) dan level 15 dilelang antara 100-200 pounds (Rp1,7-3,4 juta),” lanjutnya.

Tidak sampai di situ, Sophia bahkan berencana membeli ponsel pintar lagi, agar bisa memainkan lebih dari satu akun Pokémon dalam sekali waktu.

“Kadang saya memainkannya selama 18 jam penuh dalam sehari, karena Anda bisa memainkannya kapan saja, bahkan saat Anda bersama teman-teman di bar dan kelab,” imbuh Sophia.

“Ibu saya berpikir saya gila. Namun dia tidak mengerti alasan saya. Saya akan terus bermain selama bisa menghasilkan uang. Sekarang permainan ini tengah jadi fenomena dan ada uang yang bisa didapatkan. Tapi jika mulai tidak lagi menghasilkan uang, saya akan kembali mengajar,” tuntasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini