Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Sebutan Santoso Syuhada Bagian dari Propaganda

Mohammad Saifulloh , Jurnalis-Selasa, 26 Juli 2016 |14:12 WIB
Sebutan Santoso Syuhada Bagian dari Propaganda
A
A
A

Menurutnya, fakta ini menunjukkan bahwa terorisme itu masih ada. Paling tidak, ada simpatisannya. “Terlihat dari realita spanduk dan penyambutan jenazah Santoso di Poso Pesisir,” kata Iswandi. Jadi perjuangan aparat keamanan belum berakhir dengan kematian Santoso.

Sementara itu, Ketua Ikatan Dai Indonesia (Ikadi), Prof. DR. H. Achmad Satori Ismail berpendapat bahwa hanya Allah SWT yang bisa menentukan, dia mati syahid atau bukan. Dia melihat Santoso adalah orang yang punya kelompok bersenjata dan merongrong keamanan negara. 

“Dalam konteks kebangsaan, seorang warga negara merongrong keamanan negara itu kan tidak baik. Itu sebabnya dia diburu oleh aparat keamanan,” kata Satori.

Menurutnya, bisa saja orang berpendapat bahwa Santoso melawan aparat karena membalas dendam atas kematian saudara-saudaranya. “Itu tidak dibenarkan dalam Islam. Orang meninggal karena balas dendam itu pasti bukan karena Allah,” katanya.

(Muhammad Saifullah )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement