Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Banjir Anyer, Warga Khawatir Pencemaran Limbah Industri

Iqbal Multatuli , Jurnalis-Selasa, 26 Juli 2016 |21:25 WIB
Banjir Anyer, Warga Khawatir Pencemaran Limbah Industri
Ilustrasi
A
A
A

SERANG - Korban banjir dan tanah longsor di sekitar Anyer mengkhawatirkan efek pencemaran yang dihasilkan dari industri kimia dan lainnya yang ada di sekitar tempat tinggal mereka.

"Rawa diurug sama Candra Asri, dikasih selokan kecil, air enggak ketampung, enggak kebuang ke laut, balik lagi ke sini. Dulu enggak banjir, cuma genangan doang. Ini yang paling parah," kata Dani Hamdani, Ketua RW 04 Kampung Waluran, Desa Anyer, saat ditemui dikediamannya tepat di belakang Pasar Anyar, Kabupaten Serang, Banten, Selasa (26/7/2016).

Dani bercerita bahwa wilayahnya dikepung banjir setinggi satu meter dan menjadi terparah selama hidupnya. Hujan di wilayahnya turun pada Minggu 24 Juli 2016 sekira pukul 17.00 WIB hingga Senin 25 Juli 2016 sekira pukul 07.00 WIB.

Lalu, air masuk menggenangi rumahnya pada Senin 25 Juli 2016 dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Lalu pada pukul 02.30 WIB ketinggian air mencapai setinggi pinggang orang dewasa.

"Kayanya air dari gunung, di sini enggak ketampung tambak nya itu. Jadi kalau pun tambak dibuka, bakal banjir kemana-mana. Makanya ditutup banjir nya ke sini," terangnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement