Ketegangan di Laut China Selatan Bukan soal ASEAN Lawan Tiongkok

Silviana Dharma, Okezone · Kamis 28 Juli 2016 15:39 WIB
https: img.okezone.com content 2016 07 28 18 1449167 ketegangan-di-laut-china-selatan-bukan-soal-asean-lawan-tiongkok-tsDWJb5cHG.jpg AMM di Vientiane, Laos. (Foto: dok. ASEAN Secretariat)

JAKARTA - Tadi malam para diplomat Indonesia baru saja pulang dari Vientiane, Laos, dalam rangka menghadiri pertemuan menteri luar negeri ASEAN (AMM) dan mitra wicara. Direktur Politik dan Keamanan ASEAN Kemlu RI, M. Chandra Widya Yudha mengungkap isu yang dikedepankan lebih ke masalah pertumbuhan ekonomi.

Sementara mengenai isu lain, seperti ketegangan Laut China Selatan (LCS), cuma sedikit dibahas, tidak menjadi fokus pembahasan. Sebab menurutnya, ada banyak pertemuan di dalamnya, antara negara sesama anggota ASEAN, dan juga ASEAN dengan mitra wicara, seperti China, AS, Jepang, Korea.

Senada dengan pernyataan tersebut, juru bicara kementerian luar negeri Indonesia Armanatha Nasir menegaskan komitmen Indonesia masih sama. Ketegangan di Laut China Selatan harus diselesaikan dengan diplomasi damai. Dengan pertimbangan utama menjaga dan selalu menjamin keamanan, perdamaian dan stabilitas di kawasan.

“Jadi sekali lagi saya tegaskan, ketegangan di LCS bukan soal ASEAN melawan China, tetapi sengketa antara lima negara anggota ASEAN dengan China. Sehingga dalam kasus ini, ASEAN tidak bisa berpihak,” ulasnya di Kemenlu, Jakarta, Kamis (28/7/2016).

Tata juga menambahkan, “secara keseluruhan, diskusi LCS yang dimediasi ASEAN sudah bagus, ada kemajuan. Kami melihat semua pihak di ASEAN maupun dari mitra wicara konsisten pada komitmen menjaga kestabilan dan berfokus pada pembangunan di kawasan. China dan Filipina juga mau membuka diri lagi untuk berdiskusi (soal putusan Mahkamah Arbitrase Internasional).”

(Sil)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini