Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Datangi Petilasan Pringgodani di Gunung Lawu, Sa'adah Ditemukan Tewas

Agregasi Solopos , Jurnalis-Jum'at, 29 Juli 2016 |14:47 WIB
Datangi Petilasan Pringgodani di Gunung Lawu, Sa'adah Ditemukan Tewas
Ilustrasi
A
A
A

KARANGANYAR - Seorang peziarah asal Cirebon, Jawa Barat, bernama Sa’adah (60), meninggal dunia di area pertapaan atau petilasan Pringgodani, tepatnya di Desa Blumbang, Tawangmangu, Karanganyar, Jumat (29/7/2016) pagi, sekira pukul 04.00 WIB.

Dari informasi yang dihimpun, warga Blok Kedung Klutuk, RT 012/RW 003, Kelurahan Bode, Kecamatan Plumbon, Cirebon, Jawa Barat itu datang bersama rombongan sebanyak lima orang.

Keenam orang itu masuk melalui pintu masuk objek wisata Pringgodani pada Kamis 28 Juli 2016, sekira pukul 10.00 WIB. Seperti peziarah lainnya, mereka hendak bermunajat di petilasan itu.

Keesokan harinya, Sa’adah, bersama Lailatul Hamdah (44) dan Mumu Masmu Muktar (55) hendak buang air ke kamar mandi di sekitar petilasan. Sa’adah menjadi yang pertama masuk dan diikuti kerabatnya yang lain. Setelah itu, Sa’adah menunggui kerabatnya di tempat duduk dekat kamar mandi.

“Setelah adik kandung dan kerabat lainnya selesai dari kamar mandi, mereka kaget Sa’adah tergeletak di tanah. Kerabat korban berupaya memberikan pertolongan pertama, tetapi gagal. Mereka langsung melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Tawangmangu, sekira pukul 05.30 WIB,” kata Pelaksana Harian (Plh) Kapolsek Tawangmangu, Iptu Ismugiyanto, seperti dikutip dari Solopos.com.

Sejumlah sukarelawan kemudian mengevakuasi jenazah korban turun dari Gunung Lawu. Menurut Ismugiyanto, Sa’adah yang merupakan seorang ustadz di Pondok Pesantren Darul Ulum Cirebon memiliki riwayat penyakit jantung. Jenazah korban langsung dibawa pulang ke rumah duka.

“Kata adik kandung korban, Mumu Masmu Muktar, korban sakit jantung. Hasil pemeriksaan petugas dari puskesmas pun demikian. Korban meninggal karena serangan jantung,” ujar dia.

Ismugiyanto mengingatkan, pendaki maupun peziarah yang akan ke Gunung Lawu untuk waspada, mengingat cuaca tidak menentu. Dia mengimbau, pendaki dan peziarah menyiapkan kondisi fisik dan memastikan tingkat keamanan.

“Mereka kali pertama mendaki ke petilasan Pringgodani. Mereka terdaftar dan memiliki tiket kok. Kami mengingatkan pendaki dan peziarah waspada cuaca dan kondisi. Kalau sakit, jangan nekat naik. Membahayakan diri dan orang lain,” tutur dia.

(Fransiskus Dasa Saputra)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement