TOKYO – Warga Ibu Kota Tokyo, Jepang bersiap untuk memilih pemimpin baru setelah dua gubernur sebelumnya mengundurkan diri akibat skandal persiapan Olimpiade 2020. Dalam berbagai jajak pendapat, Yuriko Koike dijagokan sebagai pemenang pemilihan tersebut.
Menteri Pertahanan perempuan pertama itu diunggulkan atas mantan birokrat Hiroya Masuda dan Shuntaro Torigoe yang berprofesi sebagai wartawan. Perempuan berusia 64 tahun itu adalah kader dari Partai Liberal Demokrat (LDP) pimpinan Perdana Menteri Shinzo Abe.
(Warga melintasi poster kampanye calon Gubernur Tokyo. Foto: Kim Kyung-hoon/Reuters)
Namun, Koike menimbulkan kemarahan dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Tokyo karena keikutsertaannya sebagai calon Gubernur belum mendapat persetujuan Partai LDP. Partai penguasa Jepang itu malah telah mendaftarkan Hiroya Masuda yang pernah menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri.
“Saya kadang berpikir bahwa saya sangat buruk dalam memahami tradisi Jepang yakni musyawarah untuk mencapai mufakat. Namun, hasrat saya sungguh besar,” ujar Koike dalam sebuah konferensi pers, seperti dimuat Reuters, Minggu (31/7/2016).
Kota dengan jumlah penduduk mencapai 13,5 juta orang itu menghadapi sejumlah masalah pelik. Populasi yang semakin menua, kurangnya jumlah tempat penitipan anak (daycare), dan risiko gempa yang mengguncang setiap saat adalah beberapa masalah pelik yang dihadapi Tokyo.
(Calon Gubernur Tokyo. Foto: Issei Kato/Reuters)
Namun, isu utama adalah kampanye menjelang Olimpiade 2020 di Tokyo. Sejumlah masalah menghinggapi Negeri Sakura sejak kota tersebut memenangi pemilihan tuan rumah pada 2013. Pembangunan stadion utama tertunda dan penetapan logo Olimpiade 2020 dilanda kasus plagiarisme.
Setelah dua gubernur sebelumnya mengundurkan diri, tugas berat sudah menanti pemenang pemilihan tersebut. Salah satu tugas gubernur baru adalah memulihkan reputasi Tokyo sebagai tuan rumah di hadapan Komite Olimpiade Internasional, IOC. Gubernur juga baru harus terbang ke Rio de Janeiro, Brasil untuk menerima bendera Olimpiade sebagai penanda tuan rumah berikutnya saat upacara penutupan.
“Olimpiade sudah di depan mata. Saya ingin menggunakan momentum Olimpiade sebagai kesempatan membangun Tokyo yang baru untuk 2020 hingga seterusnya,” ujar Koike dalam kampanyenya.
(Wikanto Arungbudoyo)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.