Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Rusia: Tuduhan Pembajakan E-Mail untuk Tutupi Manipulasi Pemilu AS

Wikanto Arungbudoyo , Jurnalis-Selasa, 02 Agustus 2016 |00:01 WIB
Rusia: Tuduhan Pembajakan <i>E-Mail</i> untuk Tutupi Manipulasi Pemilu AS
Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov (Foto: Sergey Guneev/Sputnik)
A
A
A

MOSKWA – Pemerintah Rusia akhirnya angkat bicara mengenai tuduhan Amerika Serikat (AS) yang menyebut mereka adalah dalang di balik pembajakan e-mail internal Partai Demokrat. Kremlin –Istana Kepresidenan Rusia- menyatakan tuduhan dibuat untuk menutupi manipulasi kampanye pemilu.

Tuduhan pembajakan itu dikeluarkan oleh Calon Presiden (capres) dari Partai Demokrat Hillary Clinton dalam Konvensi Nasional (DNC) di Philadelphia. Istri Bill Clinton itu menuduh rivalnya asal Partai Republik Donald Trump dan Presiden Vladimir Putin sebagai dalang di balik pembajakan. (Baca juga: Jaringan Kampanye Hillary Clinton Diretas, Rusia Disalahkan

“Pernyataan Nyonya Clinton itu adalah retorika pra-pemilu dan jelas-jelas hanya sebuah karangan belaka. Dalam kasus ini, mereka (AS) berusaha menyamarkan beberapa kejahatan dari pra-pemilu dengan menuduh Rusia. Kami menganggap itu adalah kesalahan besar,” tutur juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, seperti dimuat Reuters, Selasa (2/8/2016).

Tangan kanan Putin itu menambahkan, komentar Clinton sangat absurd, emosional, serta tidak berdasarkan fakta. Mantan Menteri Luar Negeri itu dinilai Peskov hanya menuduh tanpa sekali pun mengadakan penyelidikan. 

“Pejabat di organisasi Rusia tidak melakukan serangan teror siber. Kremlin malah ingin hubungan antara Rusia dengan Amerika Serikat normal kembali,” tutup pria yang mahir berbicara lima bahasa itu.

Rusia berkali-kali menolak keterlibatan dalam pembajakan e-mail tersebut. Mereka juga tidak mau memihak siapa pun dalam pemilihan yang akan berlangsung pada 8 November 2016.

(Wikanto Arungbudoyo)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement