Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Produsen Siap Tarik LKS yang Dianggap Lecehkan Simbol Negara

Bramantyo , Jurnalis-Jum'at, 12 Agustus 2016 |15:50 WIB
Produsen Siap Tarik LKS yang Dianggap Lecehkan Simbol Negara
foto: Zen Arivin/Okezone
A
A
A

KLATEN - CV Aviva mengaku siap menarik buku LKS yang belakangan menjadi perbincangan karena dianggap melecehkan simbol negara. Perusahan percetakan yang memproduksi buku LKS itu beralamat di Klaten, Jawa Tengah.

Manager Pra Cetak Anggela mengatakan, buku LKS yang menjadi perbincangan karena dianggap melecehkan simbol negara, sebenarnya cetakan dua tahun lalu. Sehingga membuat pihaknya bingung kenapa baru sekarang dipermasalahkan.

"Nyuwun sewu (permisi) jika memang dipermasalahkan buku LKSnya. Tapi kenapa tidak sejak awal diprotes. Kenapa setelah dua tahun buku justru menjadi polemik," keluh Anggela saat ditemui Okezone di kantornya, Jumat (12/8/2016).

Dia menambahkan, stok buku tersebut sudah tidak ada di lingkungan perusahaan. Kendati begitu, pihaknya siap menarik buku yang tersisa di agen. Penyebaran LKS keluaran CV Aviva melibatkan sekira 50 agen di seluruh Indonesia.

"Sejauh ini protes baru dilayangkan dari wilayah Mojokerto. Sedangkan dari wilayah lain perusahaan belum mendapatkan komplain," jelasnya.

Peredaran LKS yang diduga melecehkan lambang negara peredaraanya di Mojokerto ungkap Anggela hanya ada 100 eksemplar saja. "Silahkan saja jika mau ditarik dan dikembalikan kami siap menerima," pungkas Anggela.

Sementara itu dia nambahkan, setiap LKS yang diproduksi pihaknya melalui tahap seleksi sebelum disebar ke distributor. "Semua cetakan LKS di CV kami sudah melalui seleksi apakah layak keluar apa tidak," papar Anggela.

Proses produksi LKS cukup panjang sebelum masuk cetak. Baik dari segi isi bukunya yang harus sesuai standar, pilihan desain gambar sampul depan juga melewati tim pengujian. "Jadi tidak gampang. Jika sudah naik cetak berarti buku itu memang layak edar," pungkasnya.

LKS keluaran perusahaan ini dianggap melecehkan simbol negara, karena sampulnya berisi gambar Garuda dengan sayap patah. Kemudian sampul lainnya berisi gambar anak laki-laki hanya dengan mengenakan pakaian dalam, sambil membawa bendera Merah Putih.

(Risna Nur Rahayu)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement