Share

Selain Penganiayaan, Oknum TNI AU Diduga Lecehkan Wartawati

Wahyudi Aulia Siregar, Okezone · Selasa 23 Agustus 2016 22:02 WIB
https: img.okezone.com content 2016 08 23 340 1471424 wartawati-jadi-korban-pelecehan-seksual-saat-liput-bentrokan-sari-rejo-gJZKEGSZzW.jpg ilustrasi (Okezone)

MEDAN – Korban kasus kekerasan terhadap jurnalis yang patut diduga dilakukan oleh oknum prajurit TNI Angkatan Udara dari Pangkalan Udara (Lanud) Soewondo Medan, saat meliput bentrokan antara warga dan TNI AU di Sari Rejo, Polonia, Medan, Senin 15 Agustus 2016 lalu, terus bertambah.

Setelah sebelumnya hanya disebutkan dua korban, yakni Andri Syafrin dan Array Argus, kini korban bertambah, yakni Teddy Akbari, Prayugo Utomo, dan Fajar Siddik.

Selayaknya Andri dan Array, ketiga korban baru ini juga menjadi korban penganiayaan. Mereka dihalang-halangi petugas saat akan melakukan tugas jurnalistiknya.

“Kami sempat dipukul, dihalang-halangi juga,” ujar Fajar usai membuat laporan ke Polisi Militer (POM) Lanud Soewondo, Selasa (23/8/2016).

“Tapi kami lebih beruntung dari Andri dan Array karena tak harus sampai dirawat di rumah sakit,” tambahnya.

Selain kekerasan fisik, jurnalis juga menjadi korban pelecehan seksual yang diduga dilakuan oknum prajurit TNI AU. Korban adalah DE (25), jurnalis media online lokal.

DE mengaku pelecahan seksual yang dialaminya berupa pelecehan fisik dan pelecehan secara verbal. Jurnalis perempuan itu menceritakan, awalnya ia mengambil gambar dengan kamera di saat bentrokan antara warga dan TNI AU terjadi di Jalan Teratai, Sari Rejo. Lalu datanglah sejumlah personel TNI AU yang langsung mengejar DE hingga ia terpojok di salah satu warung penjual es kelapa muda di lokasi tersebut.

“Saat terpojok itu lah, beberapa prajurit meraba dada saya. Mereka kemudian menyodok perut saya dengan tongkat kayu yang mereka bawa. Lalu mereka mengancam akan menusuk kemaluan saya dengan tongkat itu,” terang DE.

DE yang panik dengan posisi itu hanya bisa ketakutan dan kemudian meminta pertolongan dari warga. Ia pun tak kuasa saat oknum prajurit TNI merampas kameranya. Ia hanya sempat mencatat nama tiga orang oknum prajurit TNI yang diduga melakukan pelecehan tersebut.

“Kamu pulang saja, kalau tidak “anu” mu kami tusuk,” sebut DE mencontohkan kalimat oknum prajurit TNI tersebut.

“Saya benar-benar dilecehkan,” keluhnya.

DE sendiri kini masih dirawat di Klinik Ervina Sembiring karena sempat mengalami syok. Identifikasi DE sebagai korban terlambat karena pada saat kejadian ia langsung pulang ke rumah keluarganya karena merasa ketakutan.

“Besok rencananya saya akan melaporkan kasus pelecehan seksual ini kepada POM AU,” tutup DE.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini