Bunda Teresa dari Kolkata Resmi Jadi Santa

Silviana Dharma, Okezone · Minggu 04 September 2016 17:01 WIB
https: img.okezone.com content 2016 09 04 18 1481021 paus-fransiskus-nobatkan-bunda-teresa-jadi-orang-suci-3IG7IL5ees.jpg Kanonisasi Bunda Teresa. (Foto: Reuters)

VATIKAN – Paus Fransiskus I akhirnya mengumumkan pada hari ini bahwa Bunda Teresa layak disebut sebagai santa atau orang suci. Kanonisasi sang biarawati yang terkenal akan pengabdiannya untuk kaum papa di Kolkata, India, itu dihadiri oleh puluhan ribu peziarah di Lapangan Santo Petrus, Vatikan.

Rencana ini telah diumumkan Sri Paus sejak Maret lalu. Setelah Gereja Katolik Roma menerima laporan pengakuan dua mukjizat yang dilakukan biarawati karismatik itu. Pertama, Bunda Teresa dianggap berjasa menyembuhkan seorang perempuan di India yang menderita kanker pada 1998. Kesembuhan serupa juga terjadi pada pria Brazil yang terkena infeksi otak pada 2008.

Mereka berdoa kepada sosok pelayan Kristus tauladan itu dan mendapatkan mukjizat kesembuhan. Selain rekam jejak ketulusan pelayanannya semasa hidup, dua keajaiban yang terjadi semeninggalnya itu dirasa sudah memenuhi syarat kanonisasi atau penganugerahan gelar orang kudus.

“Setelah sering bermusyawarah dan berdoa memohon petunjuk ilahi, kemudian mendengarkan pendapat banyak uskup kita, kami menyatakan dan menobatkan Bunda Teresa dari Kolkata menjadi santa (sebutan untuk orang suci dalam agama Katolik). Kami juga menambahkannya ke dalam daftar orang-orang kudus, serta mendekritkan dia harus dihormati selayaknya para santa dan santo oleh seluruh gereja (Katolik),” seru Sri Paus, seperti dilansir dari BBC, Minggu (4/9/2016).

Dengan dideklarasikannya gelar Santa bagi biarawati asal Albania tersebut, Ratusan misionaris Yayasan Cinta Kasih yang didirikan Bunda Teresa akan menggelar doa bersama. Perayaan atas kanonisasi perempuan kelahiran 26 Agustus 1910 itu juga akan diadakan di Skopje, Ibu Kota Makedonia.

Sebelum pengumuman, Kardinal atau Pejabat Senior di Gereja Katolik Roma, Angelo Amato membacakan biografi singkat Bunda Teresa. Baru kemudian meminta Paus Fransiskus I memberkatinya. Penobatan ini dilakukan sepekan sebelum peringatan kematiannya yang jatuh pada 13 September.

(Sil)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini