Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Setelah 18 Tahun, Pertemuan Mahathir & Anwar Ibrahim Berlangsung Mesra

Rahman Asmardika , Jurnalis-Selasa, 06 September 2016 |09:39 WIB
Setelah 18 Tahun, Pertemuan Mahathir & Anwar Ibrahim  Berlangsung Mesra
Anwar Ibrahim (kanan) menjabat tangan Mahathir Mohamad saat bertemu untuk pertama kalinya dalam 18 tahun kemarin. (Foto: Twitter)
A
A
A

PETALING JAYA – Bertemu untuk pertama kalinya dalam 18 tahun terakhir, mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad dan mantan wakilnya Anwar Ibrahim menjadi menjadi topik pembicaraan hangat di Negeri Jiran. Keduanya tampak berjabat tangan dalam sebuah pertemuan yang berlangsung dengan suasana hangat.

Kedua tokoh berpengaruh Malaysia itu terlibat dalam perseteruan sengit yang menyebabkan Anwar Ibrahim dijebloskan ke penjara setelah dipecat dengan tidak hormat pada 2 September 1998 dan kemudian dijerat dengan kasus sodomi. Namun, dendam yang mungkin muncul dari peristiwa di masa silam itu tidak tampak dalam pertemuan Senin kemarin.

Meski mungkin memiliki agenda masing-masing, Mahathir mengklaim pertemuan dengan mantan wakilnya tersebut membahas mengenai Undang-Undang (UU) National Security Council (Majelis Keamanan Nasional) Malaysia atau NSC. Baik Anwar maupun Mahathir menentang penerapan UU kontroversial yang menimbulkan banyak perdebatan itu.

“Ini mengenai UU NSC. Seperti yang Anda tahu, saya menulis mengenai UU itu di blog saya, dan dia (Anwar) melakukan hal yang sama, mencoba menghentikan UU. Jadi saya menemui dia dan banyak berbincang dengannya mengenai apa yang dia lakukan,” kata Mahathir, sebagaimana dikutip dari The Star, Selasa (6/9/2016).

Meski pertemuan berlangsung hangat, Mahathir tidak mengatakan apakah hal ini berarti keduanya telah berdamai. Ia juga menolak menjelaskan hubungannya dengan Anwar, apakah menjadi sekutu ataukah oposisi.

Beberapa pihak, termasuk Menteri Komunikasi dan Multimedia Malaysia Datuk Seri Dr Salleh Said Keruak memandang pertemuan ini merupakan salah satu dari berbagai upaya Mahathir untuk melengserkan PM Najib Razak dari kekuasaan. Melalui blog-nya, Dr Salleh mengatakan pendekatan Mahathir ke Anwar menunjukkan teman dekat Presiden Kedua Indonesia Soeharto itu mulai putus asa.

(Rahman Asmardika)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement