Share

Tak Gentar, Duterte Tetap Akan Bunuh Para Kriminal

Emirald Julio, Okezone · Jum'at 09 September 2016 14:14 WIB
https: img.okezone.com content 2016 09 09 18 1485581 tak-gentar-duterte-tetap-akan-bunuh-para-kriminal-9ydKqmX8s8.jpg Pertemuan warga Filipina di Indonesia dengan Presiden Filipina Rodrigo Duterte di Hotel Shangri-La. (Foto: Emirald J/Okezone)

JAKARTA - Tak gentar dengan kecaman dunia, Presiden Filipina Rodrigo Duterte menyatakan ia akan tetap membunuh para kriminal jika mereka tetap nekat beraksi di negaranya. Sikap itu ia tegaskan saat berada di Jakarta dalam kunjungan kengaraan perdananya.

Pada acara Pertemuan Komunitas Filipino dengan Presiden Duterte di ballroom Hotel Shangrila, Jakarta, Jumat (9/9/2016), Duterte mengkrabkan diri melalui pidatonya dengan para tamu menggunakan bahasa Tagalog diselingi bahasa Inggris. Ratusan warga Filipina di Indonesia dengan semangat mendengarkan dan menyaksikan langsung presiden mereka berpidato.

Momen ini dimanfaatkan Duterte untuk kembali menegaskan kebijakannya dalam memerangi peredaran narkoba dan kriminalitas di Filipina. Kebijakan bunuh di tempat bagi gembong narkoba dianggap banyak pihak terlalu keras dan melanggar hak asasi manusia (HAM).

"Apa arti 1.000 nyawa dibanding 3,6 juta nyawa pencandu narkoba? Narkoba menghancurkan masyarakat, keluarga hingga generasi. Jika anda menggunakan narkoba di negara saya, maka saya akan membunuh Anda karena Anda akan menghancurkan generasi sekarang," tegas Duterte.

Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan Sekretaris Jendral PBB Ban Kim-moon sempat menegur Duterte. Mereka tidak setuju dengan cara Duterte dalam menumpas semua orang yang terlibat dalam peredaran narkoba. Namun, dengan gayanya yang khas dan santai, Duterte menuturkan bahwa ia tidak perlu menjawab mereka karena yang ia layani adalah warga Filipina, bukan warga internasional.

Pada kunjungan kali ini, Duterte juga menyempatkan diri berziarah ke TMPN Kalibata serta berkunjung ke pasar Tanah Abang. Sore nanti Duterte akan diterima secara resmi oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara. Salah satu isu yang akan dibahas kedua kepala negara adalah kemungkinan pemberian grasi bagi terdakwa mati narkoba Mary Jane.

Baca Juga: Aksi Nyata 50 Tahun Hidupkan Inspirasi, Indomie Fasilitasi Perbaikan Sekolah untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini