Muslim Perempuan Dibakar di Depan Butik di Amerika Serikat

Silviana Dharma, Okezone · Selasa 13 September 2016 06:08 WIB
https: img.okezone.com content 2016 09 13 18 1487748 muslim-perempuan-dibakar-di-depan-butik-di-amerika-serikat-XLkdEtGpMH.jpg Muslim perempuan dibakar. (Foto: Reuters)

MANHATTAN - Islamophobia semakin menjadi-jadi di Amerika Serikat. Seorang muslim perempuan dibakar hidup-hidup di depan butik papan atas di Manhattan, New York City.

Diwartakan Independent, Selasa (13/9/2016), perempuan berumur 36 tahun itu diduga kuat dibakar karena pakaiannya. Sebagaimana para muslimah pada umumnya, dia memakai jilbab dan baju yang tertutup.

Polisi mengatakan, saat kejadian ada seorang pria berdiri di sampingnya sambil memegang pemantik api. Dia langsung kabur segera setelah api melumat pakaian sasarannya.

Insiden ini terjadi di depan toko Valentino di Fifth Avenue malam sebelum peringatan 15 tahun tragedi 9/11. Meskipun sudah mengetahui ciri-ciri pelaku, NYPD belum menangkap seorang pun. Kasus ini akan ditangani sebagai hate crime.

“Saya jelas khawatir karena sentimen islamophobia di tengah masyarakat kita menunjukkan gejala peningkatan. Hal ini berdasarkan lonjakan hate crime di seluruh negeri dan insiden kebencian dalam beberapa hari terakhir dan sepanjang tahun lalu,” ujar Juru bicara Dewan Hubungan AS-Islam, Ibrahim Hooper.

Dua hari sebelumnya, insiden serupa juga dilaporkan terjadi di Brooklyn. Dua orang muslim perempuan diserang orang tak dikenal saat sedang mendorong kereta bayinya. Polisi menuturkan, pelaku sempat meneriakkan sentimen anti-Muslim kepada korbannya dan menyuruh mereka pergi dari Amerika Serikat.

Pelaku teridentifikasi sebagai perempuan dan bernama Emirjeta Xhelili (32). Dia berusaha melepaskan jilbab kedua muslim perempuan itu, tetapi berakhir dengan memukuli kepala mereka. Kemudian mencoba membalikkan kereta dorong dan menyerang bayinya.

Untungnya, para korban tidak terluka parah. Namun begitu, Xhelili tetap ditahan atas penyerangan, kekerasan pada anak dan pelecehan. Dia dijadwalkan akan menghadiri sidang pertamanya pada Rabu dan dituntut membayar jaminan sebesar USD50 ribu. (Sil)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini