Identitas Muslim Perempuan yang Dibakar di Amerika Serikat

Silviana Dharma, Okezone · Selasa 13 September 2016 23:09 WIB
https: img.okezone.com content 2016 09 13 18 1488528 identitas-muslim-perempuan-yang-dibakar-di-amerika-serikat-nqBxw88Dbj.jpg Pelaku pembakaran muslim perempuan di Manhattan. (Foto: dok. NYPD/BBC)

MANHATTAN – Muslim perempuan yang dibakar depan butik papan atas di Manhattan, New York City, Amerika Serikat malam sebelum peringatan tragedi 9/11 teridentifikasi berasal dari Skotlandia. Di kota asalnya, Glasgow, dia berprofesi sebagai dokter gigi. Meski begitu, namanya hingga kini tidak dipublikasikan oleh kepolisian New York (NYPD).

Kejadian tidak terduga dia alami saat berjalan-jalan ke Negeri Paman Sam. Seorang pria tak dikenal tiba-tiba menyulutkan api ke pakaian perempuan yang menginap di Hotel Manhattan itu.

Untungnya, perempuan itu sadar sejak detik pertama api membakar lengan bajunya. Segera, dia menepuk bajunya hingga si jago merah padam. Demikian seperti dilansir dari BBC, Selasa (13/9/2016).

Sementara pelakunya kabur, lubang sebesar koin 25 sen membekas di lengan baju korbannya. Polisi saat ini sedang memburu pemuda yang merokok dan menyundutkan pemantik apinya sembarangan itu. Kasus ini diselidiki sebagai kejahatan yang didasarkan pada kebencian (hate crime).

CCTV jalan sempat merekam sosok tersangka. NYPD lantas memburu pelaku berdasarkan rekaman tersebut. Selain itu, polisi juga mencari saksi mata kejadian.

Serangan yang tidak memakan korban jiwa ini kemudian sampai ke telinga Dewan Hubungan Amerika Serikat-Islam (CAIR). Direktur Eksekutif CAIR di New York, Afaf Nasher segera mendiskusikan kasus ini dengan wali kota setempat.

“Kami jelas-jelas melihat kasus ini sebagai penyerangan terhadap individu pemeluk agama Islam dan institusi Islam di New York dan di seluruh negeri ini. Sudah selayaknya ini menjadi perhatian bagi seluruh warga negara AS. Sudah waktunya bagi wali kota dan NYPD untuk mengedepankan kepentingan menginvestigasi kasus serupa dan mencegah serangan seperti ini terjadi pada komunitas muslim,” ujarnya.

(Sil)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini