JAKARTA – Puluhan warga Korea Utara (Korut) membelot ke Korea Selatan (Korsel). Sebanyak 13 pekerja restoran di China mengawali serangkaian pembelotan yang juga dilakukan oleh diplomat top Korut. Wakil Duta Besar Korut di Inggris, Thae Yong-ho, membelot bersama keluarganya ke Korsel.
Duta Besar Korsel untuk Indonesia Cho Tai-young menyebut, serangkaian pembelotan tersebut terjadi karena semua orang tidak suka dengan program nuklir Korut. Pemimpin Korut diminta untuk sadar dan melihat situasi aksi pembelotan ini.
“Komunitas internasional, semua orang, tidak suka dengan program nuklir Korut. Mereka harus menyadari serta melihat aksi ini. Berhenti lakukan program nuklir dan cari teman. Tidak sulit mencari teman di dunia internasional, dengan syarat hentikan nuklir,” ujar Tai-young saat ditemui awak media di Kedutaan Besar Korsel, Jakarta Selatan, Selasa (20/9/2016).
Diplomat berkacamata itu menambahkan, Korsel siap melakukan negosiasi untuk mencari jalan keluar jika Korut juga siap melakukan dialog. Namun, yang selama ini terjadi adalah, Korut tidak siap untuk bernegosiasi dan malah memperburuk keadaan.
Sebagaimana diberitakan, 13 pegawai restoran di China terlebih dahulu terbang ke negara lain di Asia Tenggara untuk kemudian membelot ke Korsel. Di sisi lain, Thae Yong-ho bersama keluarganya langsung terbang ke Seoul. Mereka diklaim oleh pemerintah Negeri Ginseng sengaja membelot karena kecewa dengan rezim Kim Jong-un serta ingin mencari penghidupan yang lebih baik.
(Wikanto Arungbudoyo)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.