Share

Saudara Tersangka Bom New York Ikut Radikalisasi di Pakistan

Silviana Dharma, Okezone · Rabu 21 September 2016 12:02 WIB
https: img.okezone.com content 2016 09 21 18 1494749 saudara-tersangka-bom-new-york-ikut-radikalisasi-di-pakistan-stN7FM9sIx.jpg Ahmad Rahami (kiri) dan Mohammad Kahn (kanan). (Foto: Reuters/Facebook)

NEW YORK – Ditangkapnya Ahmad Khan Rahami sebagai pelaku bom New York menguak radikalisasi terhadap anggota keluarganya yang lain. Diduga, saudara laki-lakinya, Mohammad Rahami juga ikut teradikalisasi bersama dirinya di kamp pelatihan jihad di Pakistan pada 2013.

Seperti dilaporkan Express, Rabu (21/9/2016), jika menelusuri Facebook mereka, bisa ditemukan beberapa foto perjalanan keduanya seperti sedang berada di kamp pelatihan jihad di Pakistan. Saudara perempuan keduanya, Aziza juga pernah mengunggah pesan pro-ISIS melalui akun Facebook miliknya.

Beberapa hari kemudian, hal yang sama dilakukan Mohammad. Saudara lelaki Aziza ini memposting video jihad ke sosial medianya. Setelah itu, Aziza mengganti namanya sebagai Masood Maymunah.

Sementara itu, keberadaan ibunya juga tidak jelas. Terakhir, dia diketahui terbang ke Turki tiga hari sebelum ledakan bom pipa di New Jersey. Namun sekarang perempuan itu menghilang bak ditelan bumi. Diduga kuat, dia sebenarnya mengetahui rencana putranya.

Sayangnya, tidak dijelaskan lebih lanjut apakah yang dimaksud ibu kandung atau ibu tirinya. Sebab gelagat teroris Ahmad Khan Rahami sudah dilaporkan ayahnya ke FBI pada 2014. Ayahnya melapor karena putranya tiba-tiba menusuk ibu tirinya di kaki.

FBI memproses laporan tersebut, tetapi menyatakan dia bersih dari kemungkinan radikalisasi ekstremis. Namun tetap mendakwanya dengan pidana kekerasan dalam negeri.

Laporan lain yang semakin meyakinkan bahwa Rahami bersaudara terlibat jaringan teroris juga datang dari para tetangganya di Elizabeth, New Jersey. Mereka memperhatikan, Rahami mulai memakai gamis panjang khas pria Muslim sepulang dari perjalanan panjangnya ke luar negeri pada 2014. Diyakini pada saat itulah, dia mendapatkan pelatihan sebagai teroris di Pakistan.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

(Sil)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini