Share

Tersangka Bom New York Rekam Uji Coba Bomnya

Silviana Dharma, Okezone · Rabu 21 September 2016 10:39 WIB
https: img.okezone.com content 2016 09 21 18 1494635 tersangka-bom-new-york-rekam-uji-coba-bomnya-MD9lrVx95I.jpg Ahmad Khan Rahami. (Foto: Reuters)

MANHATTAN – Tersangka bom New York dan New Jersey, Ahmad Khan Rahami (28) merekam sebuah video yang menampilkan dirinya sendiri sedang menguji coba bom rakitannya. Video yang dimaksud ditemukan polisi dari ponsel anggota keluarganya.

Waktu rekaman tercatat dua hari sebelum pelaku melancarkan ledakannya. Dalam rekaman itu, ITV, Rabu (21/9/2016) menyebut Rahami terlihat sedang menyalakan sumbu dan bahan bakar dalam sebuah tabung yang sebagian terkubur.

Ia juga mengakui bahwa bahan peledak itu dibelinya dari situs penjualan daring ebay. Bahan baku yang dibeli antara lain senyawa kimia, papan sirkuit dan bantalan peluru. Semua materi pembuatan alat ledak itu setelah diteliti memang ada kecocokan dengan sisa-sisa ledakan hasil olah TKP NYPD, tim gegana dan FBI beberapa waktu lalu.

Dalam jurnal tulisan tangan lain, dia juga diketahui telah menuding AS melakukan pembantaian terhadap mujahideen atau kesatria perang suci di Irak, Suriah, Afghanistan dan Palestina. Di sisi lain, dia menyatakan kekagumannya terhadap Al Qaeda yang tergolong organisasi teroris buruan AS.

Pemuda berdarah Afghanistan itu memuji pemimpin Al Qaeda Osama bin Laden dan ulama Muslim kelahiran AS yang kemudian pemimpin propaganda Al Qaeda, Anwar al Awlaki. Kedua tokoh itu sudah meninggal akibat serangan udara dan operasi militer Negeri Paman Sam.

Rahami juga disinyalir terinspirasi oleh Nidal Hasan, psikiatris militer AS yang menembak mati 13 orang dan melukai 32 orang lainnya di Fort Hood Texas pada 2009. Aksi Rahami sendiri telah melukai lebih dari 29 orang di Manhattan, termasuk seorang berkebangsaan Inggris.

Polisi berhasil menangkapnya pada Senin 19 September pukul 11.45 di Linden, New Jersey. Penangkapan berlangsung ricuh. Rahami melawan dan melepaskan tembakan yang mengenai seorang polisi. Namun nyawa polisi itu tertolong berkat rompi antipelurunya.

Sementara Rahami tertembak tepat di lengan, kaki dan pundaknya. Pria yang pernah diselidiki FBI pada 2014 tersebut kini berada di University Hospital untuk menjalani perawatan. Pengadilan federal mendakwanya dengan empat tuduhan, meliputi pembunuhan dan pembuatan senjata pemusnah massal (bahan peledak).

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

(Sil)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini