Share

Jurnal Tersangka Bom New York Berisi Kebencian terhadap AS

Silviana Dharma, Okezone · Rabu 21 September 2016 09:25 WIB
https: img.okezone.com content 2016 09 21 18 1494582 jurnal-tersangka-bom-new-york-berisi-kebencian-terhadap-as-LtOazuGERM.jpg Rahami dan jurnalnya. (Foto: Telegraph)

NEW YORK – Tersangka bom New York, Ahmad Khan Rahami, telah dibekuk anggota Kepolisian Amerika Serikat (AS) pada Selasa 20 September malam waktu setempat. Dari hasil penyelidikan, petugas menemukan sebuah jurnal milik pria berusia 28 tahun itu yang berisi pesan kebencian dan bernada balas dendam kepada Pemerintah AS.

Pemuda berdarah Afghanistan tersebut membuka jurnalnya dengan keterlibatan AS dalam menggempur mujahidin atau kesatria perang suci di tanah kelahirannya, Irak, Suriah, dan Palestina. Kemudian melanjutkan poin pembahasannya tentang jihad dan doa-doa agar ia bisa melakukan bom bunuh diri.

Akan tetapi sebelum semua itu terjadi dan tertangkap Biro Investigasi Federal AS (FBI), Rahami berharap bisa menjalankan perintah dari pemimpin tertinggi ISIS untuk menyerang mereka yang dianggap kafir. Oleh karena itu, beberapa poin berikutnya berisi cara membuat bom dan rencana operasinya.

β€œSuara bom akan terdengar di jalan-jalan. (Demikian juga dengan) suara tembakan mengarah ke para polisimu. (Serta) kematian bagi para penindasmu,” tulisnya di akhir jurnal tersebut, seperti dikutip dari Telegraph, Rabu (21/9/2016).

Ayah Rahami mencurigai gelagat terorisme putranya sejak dua tahun lalu. Bahkan pada 2014 itu, dia melaporkan darah dagingnya sendiri kepada FBI. Namun, proses penyelidikan saat itu menyatakan tersangka bersih dari segala tuduhan.

Kini dugaan ayah Rahami terbukti benar. Rahami sempat terlibat baku tembak dengan aparat kepolisian di Linden, New Jersey. Seorang polisi tertembak, tetapi selamat berkat rompi antipeluru. Sementara Rahami berhasil diamankan setelah timah panas menembus bahunya.

Ia cedera parah di bagian bahu dan langsung ditandu ke mobil ambulans. Rahami saat ini dirawat di University Hospital di Newark. Pengadilan mendakwanya dengan empat tuduhan, meliputi terorisme, upaya pembunuhan terhadap seorang polisi, membuat senjata pemusnah massal (bahan peledak), dan melakukan pengeboman.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini