TEHERAN – Media di Iran mewartakan, pada Sabtu 1 Oktober Garda Revolusioner Iran memamerkan drone atau pesawat tanpa awak mereka yang baru baru. Dilaporkan, drone itu serupa dengan drone milik Amerika Serikat yang ditangkap di Iran lima tahun yang lalu.
Kantor berita Tasnim menyebut drone bernama Saegheh (Halilintar) itu memiliki desain yang serupa dengan drone pengintan RQ-170 Sentinel. RQ-170 Sentinel ditembak jatuh oleh Iran pada Desember 2011.
Iran menyebut drone itu dioperasikan oleh badan intelijen AS, CIA. Pada 2015, Iran mengatakan, berhasil membuat replika dari drone RQ-170 Sentinel dan tampaknya Saegheh merupakan hasil akhir dari replika tersebut.
Press TV mewartakan, drone Saegheh dapat menempuh jarak yang jauh sambil membawa empat bom pintar (precision-guided bomb). Sebagaimana dikutip dari Guardian, Minggu (2/10/2016) Kepala teknologi penerbangan di Garda Revolusioner Iran, Amir Ali Hajzadeh mengklaim Saegheh dapat menghantam empat target dengan tingkat akurasi serta presisi yang tinggi.
(Emirald Julio)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.