"Kalau yangbersangkutan bilang tidak sengaja. Kita juga tidak percaya karena ahli sekali, username tidak ada di dalam videotron tapi dia bisa tahu ya itu berarti ahli," sambungnya.
Sementara terkait dugaan peretasan oleh PT Transito Adimanjati, Iriawan memilih bungkam. Jenderal polisi bintang dua itu menyebut pihaknya belum menlakukan pendalaman ke arah tersebut.
"Kita belum kesana (dugaan peretasan Transito), yang jelas akan kita dalami karena kan ini baru dapat. Kita tidak percaya makanya kita dalami, kalau hanya tiga detik empat detik mungkin tidak sengaja. Kalau sampai 10 menit ya besar unsur kesengajaan yang dilakukan yangbersangkutan," tukasnya. (sym)
(Erha Aprili Ramadhoni)