Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kesaksian Para Korban Pascabadai Matthew di Haiti

Silviana Dharma , Jurnalis-Sabtu, 08 Oktober 2016 |18:45 WIB
Kesaksian Para Korban Pascabadai Matthew di Haiti
Pascabadai Matthew di Chantal. (Foto: Andres Martinez/Reuters)
A
A
A

PORT AU PRINCE – Kota tepi pantai Les Anglais merupakan kawasan pertama di Haiti yang dihantam Badai Matthew kategori empat pada Selasa 4 Oktober 2016. Saat itu hujan lebat turun disertai angin kencang berkecepatan 233 kilometer per jam.

Utusan pemerintah pusat, Louis-Paul Raphael mengungkap, Les Anglais kehilangan puluhan penduduknya. Gubernur Florida, Rick Scott yang wilayahnya kemudian ikut terimbas pada Jumat 7 Oktober bahkan menggambarkan badai ini sebagai monster. Dia menyapukan air Laut Karibia ke atas desa-desa di negara kepulauan Haiti yang rapuh.

Jalan-jalan hancur, rumah-rumah warga kehilangan atapnya. Sebagian besar gedung juga tertimpa pohon tumbang, demikian juga jembatan-jembatan ambruk dibuatnya hingga tanaman gugur sebelum waktunya.

“Semua rumah kami hancur. Begini lah keadaan kami sekarang,” kata seorang pedagang sayuran dan minuman di Port Au Prince yang menolak menyebutkan namanya, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (8/10/2016).

Banjir parah diperburuk dengan mewabahnya kolera, penyakit menular yang disebabkan bakteri Vibrio Cholerae dan menyerang saluran pencernaan. Sedikitnya 17 orang meninggal di Chardonnieres dan tujuh lainnya di Kota Anse-d’Hainault akibat penyakit tersebut.

“Karena banjir bandang dan dampaknya terhadap infrastruktur air dan sanitasi, kasus kolera diperkirakan akan melonjak setelah Badai Matthew hingga sepanjang musim hujan (di Haiti) sampai awal 2017,” demikian pernyataan resmi dari Organisasi Kesehatan Amerika Raya (PAHO).

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement