Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kesaksian Para Korban Pascabadai Matthew di Haiti

Silviana Dharma , Jurnalis-Sabtu, 08 Oktober 2016 |18:45 WIB
Kesaksian Para Korban Pascabadai Matthew di Haiti
Pascabadai Matthew di Chantal. (Foto: Andres Martinez/Reuters)
A
A
A

Sedikitnya ada tiga kota di Haiti yang melaporkan puluhan korban jiwa. Salah satunya adalah Chantal, suatu desa yang dikelilingi bukit dan terkenal akan kesuburan ladangnya. Wali kota setempat menyebut ada 86 orang meninggal sebagai dampak dari Badai Matthew di desa tersebut.

Kebanyakan korbannya meninggal karena tak sempat melarikan diri, lalu rumahnya tertimpa pohon yang tumbang tertiup angin kencang. Selain itu, 20 orang juga dinyatakan hilang.

“Sebuah pohon roboh ke atas rumah saya dan meratakannya. Tentu saja, kami yang dibawah tertimpa. Saya tidak bisa keluar, sampai orang-orang datang mengangkat reruntuhannya. Saat itu juga, saya melihat istri saya sudah meninggal seketika,” tutur seorang korban, Jean-Pierre Jean-Donald (27).

Foto: Kota Jeremie di Haiti pascabadai Matthew. (AP)

Donald baru menikah setahun. Ketika diwawancarai, seorang anak perempuan menangis sambil terus memanggil ibunya di samping pria yang berprofesi sebagai sopir tersebut.

Selain Chantal, wilayah Grand’Anse di utara semenanjung negara kepulauan tersebut juga diterpa cukup parah. Puluhan orang menghilang tidak diketahui jumlah pastinya.

“Kami terbang ke bagian lagi di kawasan Grand’Anse. Bencana kemanusiaan di sana sungguh parah. Mereka sangat membutuhkan makanan, air dan obat-obatan,” beber Frenel Kedner, pejabat di Kota Jeremie, barat daya Haiti.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement