Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Badai Matthew Tewaskan 16 Orang di Amerika Serikat

Silviana Dharma , Jurnalis-Senin, 10 Oktober 2016 |00:50 WIB
Badai Matthew Tewaskan 16 Orang di Amerika Serikat
Dampak Badai Matthew di Florida. (Foto: Getty Images)
A
A
A

WILMINGTON – Badai Matthew yang melipir ke Florida dan North Carolina, Amerika Serikat sudah menurun ke kategori dua. Namun hujan lebat disertai angin kencang berkecepatan 177 kilometer per jam tetap saja memakan korban.

Sejauh ini, Badai Matthew telah menewaskan 16 orang di AS. Sekira tujuh orang di antaranya berasal dari North Carolina, empat lagi di Florida, tiga korban tewas di Georgia dan dua sisanya di South Carolina.

“Saat matahari terbit di North Carolina dan langit biru naik, negara kami akan menghadapi kerusakan besar. Sedihnya lagi, banyak nyawa melayang,” kata Gubernur North Carolina, Pat McCorry, seperti disitat dari Associated Press, Senin (10/10/2016).

Badai yang sama telah menewaskan hampir 900 orang di Kepulauan Haiti, Bahama dan Kuba. Demikian juga di North Carolina, sungai-sungai meluap, para penduduk terpaksa mengungsi dari rumahnya sementara yang lain terjebak banjir.

Banjir nyatanya disebabkan oleh intensitas hujan berbeda di berbagai wilayah. Di Wilmington, hujan turun selebat 45,72 sentimeter, di Fayetteville 35,56 sentimeter dan di Raleigh 20,32 sentimeter.

McCory mengungkap, polisi dan petugas tanggap bencana telah menyelematkan lebih dari 880 warga dari kepungan banjir. Sekira 600 orang di antaranya diselamatkan petugas dari Fayetteville. Ketinggian air di kawasan tersebut terbilang yang paling cepat meningkat. Selain itu, empat orang dikabarkan hilang dalam kawasan yang sama.

Lebih lanjut sang gubernur menjelaskan, kebanyakan korban tewas ketika kendaraan mulai terbawa arus. Badai juga menghancurkan rumah-rumah penduduk, termasuk menerbangkan atap-atap gedung dan bangunan huni.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement