GRAND’ANSE – Setidaknya 1.000 orang telah kehilangan nyawanya akibat badai Matthew yang menghantam wilayah Haiti serta ditambah dengan penyebaran penyakit kolera yang semakin membuat warga di negara tersebut menderita. Dilaporkan, saat ini para warga Haiti mulai mengubur jenazah-jenazah akibat badai Matthew karena khawatir jenazah-jenazah tersebut akan membusuk.
Salah satu badan PBB, United Nations Office for the Coordination of Humanitarian Affairs (OCHA) mengatakan, badai Matthew yang merupakan salah satu badai terganas menghantam Haiti pada Selasa 4 Oktober 2016 dengan angin kuat serta hujan deras. Selain banyaknya korban jiwa, hantaman badai Matthew di Haiti saat ini menyebabkan 1,4 juta warganya membutuhkan bantuan kemanusiaan.
Sebagaimana dikutip dari Reuters, Senin (10/10/2016) pejabat setempat menuturkan, sudah ada 1.000 orang yang tewas akibat badai Matthew di Haiti. Namun, angka dari badan pertahanan sipil pusat di Haiti menyebut saat ini jumlah korban tewas baru mencapai angka 336.
Perbedaan angka ini diduga karena para pejabat dari badan pertahanan sipil pusat bergerak lambat menuju desa-desa terpencil demi memastikan jumlah korban tewas. Pejabat dari wilayah Grand’Anse, Kedner Frenel mengatakan, pihak otoritas sudah mulai mengubur jenazah-jenazah di kuburan massal yang berada di Jeremie.
Frenel menuturkan, lebih dari setengah jumlah korban yang tewas berasal dari Grand’Anse. Ia menambahkan, otoritas saat ini tengah berfokus untuk memberikan pasokan makanan, air bersih serta obat-obatan untuk warga yang berada di pengungsian.
(Emirald Julio)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.