Kaki Lumpuh Tak Padamkan Semangat Erry Bersekolah

Markus Yuwono, Sindoradio · Selasa 01 November 2016 14:33 WIB
https: img.okezone.com content 2016 11 01 510 1529921 kaki-lumpuh-tak-padamkan-semangat-erry-bersekolah-3KY4Vjes0g.jpg Kisah Erry yang semangat ke sekolah (Foto: Markus/Okezone)

YOGYAKARTA - Kisah Tatik Sukilah (47), perempuan asal Purworejo, Jawa Tengah, yang harus menggendong Erry Susilo (16) ke sekolah patut menjadi teladan. Bahkan, Erry sendiri memiliki semangat untuk belajar meski mengalami pelemahan otot di sebagian besar anggota tubuhnya, kecuali tangan dan kepala.

Ditemui di kediamannya, Ledoktukangan DN II/143 RT 08 RW 02 Kelurahan Tegalpanggung, Kecamatan Danurejan, Kota Yogyakarta, Senin 31 Oktober 2016, Tatik mengatakan semangatnya mengantarkan sekolah karena putra keempatnya itu selalu bersemangat mengenyam pendidikan. Ia selalu siaga mengantarnya ke sekolah, bahkan sejak kelas III SD.

"Saat ini sewa ojek per hari Rp25 ribu," ujarnya.

Hal yang membuat semangat Tatik tak pernah luntur, yakni meski dalam kondisi keterbatasan fisik, putranya tidak pernah sekali pun mengeluh, merasa malu, atau putus asa. Semangat belajar dan sekolahnya tinggi, nilai-nilainya pun tidak kalah dengan teman-temanya. Selama di sekolah, Erry duduk di kursi roda bantuan dari salah seorang anggota TNI.

"Bahkan teman-temannya menyuapi, dan membantu," katanya.

Erry yang saat ini duduk di kelas XII IPS SMAN 11 Yogyakarta, tak harus ditunggui selama bersekolah, karena teman-temannya sudah banyak membantu. Erry mengatakan, banyak temannya membantu aktivitas di sekolah, mulai keperluan referensi buku di perpustakaan, ikut olahraga meski dengan kursi roda, hingga ketika di waktu istirahat. Selain itu, para guru mendukung dan memberikan semangat kepada Erry.

"Teman banyak yang bantu. Saya semangat belajar," ujarnya singkat.

Semangatnya untuk belajar, remaja kelahiran Purworejo 14 Januari 2000 ini selalu masuk sekolah negeri. Bahkan dengan kondisi yang memprihatinkan ini, dirinya bersemangat untuk selalu balajar.

"Saya tidak pernah sekalipun malu atau minder," jelasnya.

Dengan segala keterbatasan, Erry menegaskan ingin terus belajar hingga perguruan tinggi. Ia berharap bisa melanjutkan studi ke jurusan antara komunikasi atau akuntansi Universitas Gadjah Mada (UGM) setelah lulus dari SMAN 11 Yogyakarta. Ia mempunyai hobi mendesain web ataupun blog. Erry juga mahir dalam membuat desain logo.

Ia memiliki cita-cita menjadi pengusaha bus, dan yang paling utama ialah membahagiakan orang tuanya. "Saya ingin membahagiakan ibu," ucapnya.

Terpisah, wali kelas Erry di Kelas XII IPS SMAN 11, Agus Subiantoro, mengatakan dengan melihat semangat Erry ke sekolah maka pihak sekolah memberikan perlakuan khusus. Mulai dari sudut sekolah yang semula bertingkat diubah agar bisa digunakan kursi roda, hingga sekolah mengizinkan sepeda motor masuk sampai depan kelas hanya untuk Erry.

"Sekolah, guru, teman-temannya mendukung Erry agar terus bersekolah, bahkan teman-temannya ketika ulangan selalu membantu memasukkan lembar jawaban dari jawaban yang sudah Erry coret di lembar soal," bebernya.

Bahkan saat istirahat, teman-temannya banyak membantu agar Erry bisa beristirahat. Meski demikian, pihak sekolah memastikan bahwa Erry mendapat hak yang sama dalam hal pembelajaran di sekolah. Dengan keterbatasan fisiknya harus bisa berkompetisi dengan siswa lain tanpa harus dibedakan. Ia pun mengatakan nilai Erry stabil.

"Terakhir, dia ikut presentasi soal perdagangan internasional di depan kelas. Dia ikut juga menjawab pertanyaan. Ya meskipun dia cukup lambat saat menulis," ujarnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini