nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Obama Kritik FBI Terkait Skandal E-mail Hillary

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Kamis 03 November 2016 05:25 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2016 11 03 18 1531576 obama-kritik-fbi-terkait-skandal-e-mail-hillary-QBBfSJ9YtW.jpg Presiden AS Barack Obama mengkritik FBI atas skandal e-mail Hillary Clinton (Foto: Jonathan Ernst/Reuters)

WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama akhirnya angkat suara mengenai skandal e-mail Hillary Clinton. Presiden ke-44 Negeri Paman Sam itu mengkritik keputusan Direktur Biro Investigasi Federal (FBI) James Comey yang mengumumkan bukti baru terkait e-mail kompatriotnya di Partai Demokrat itu.

“Kita tidak beroperasi dengan informasi yang tidak lengkap. Kita tidak melakukan operasi sesuai bocoran. Kita beroperasi sesuai keputusan konkret yang dibuat. Ketika penyelidikan menyeluruh dilakukan terakhir kali, kesimpulan FBI dan Kementerian Kehakiman menyatakan Hillary membuat kesalahan tetapi tidak ada yang pantas dituntut,” ucap Obama, disitat New York Times, Kamis (3/11/2016).

Pria keturunan Kenya itu memastikan tidak akan mencampuri proses penyelidikan yang disebutnya berlangsung independen tersebut. Sekali lagi, Obama menunjukkan kepercayaan diri tinggi terhadap istri Bill Clinton tersebut.

“Saya percaya padanya. Saya kenal dia. Saya tidak akan mendukungnya jika saya tidak memiliki kepercayaan diri tinggi mengenai integritas dan kepentingannya dalam memastikan anak-anak muda memiliki masa depan yang lebih cerah,” sambung ayah dua orang puteri itu.

Gedung Putih buru-buru mengoreksi ucapan Obama. Juru Bicara Gedung Putih Eric Schultz menekankan bahwa mantan Senator Illinois itu tidak bermaksud untuk mengkritik kinerja Direktur FBI James Comey.

“Presiden keluar batas untuk mengatakan dirinya tidak akan mengomentari penyelidikan tertentu. Gedung Putih tidak akan mengkritik keputusan Comey untuk memberi perkembangan terbaru kepada Kongres. Presiden Obama yakin peraturan untuk merahasiakan investigasi tersebut sangat baik dan seharusnya dipatuhi,” ujar Schultz.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini