Share

Bukti Baru Skandal E-mail Hillary Clinton

Silviana Dharma, Okezone · Sabtu 29 Oktober 2016 09:43 WIB
https: img.okezone.com content 2016 10 29 18 1527569 bukti-baru-skandal-e-mail-hillary-clinton-WtSnoL5Lkd.jpg Huma Abedin (yang berkacak pinggang) dan Hillary Clinton. (Foto: Doug Mills/New York Times)

WASHINGTON – Biro Investigasi Federal (FBI) Amerika Serikat menemukan bukti baru terkait surat elektronik (surel) atau e-mail pribadi Hillary Clinton yang mencurigakan. Surel-surel yang dimaksud adalah pertukaran pesan Hillary semasa menjabat menteri luar negeri AS dengan mantan anggota kongres AS untuk New York, Anthony Weiner dan istrinya, Huma Abedin yang masuk jajaran orang kepercayaan Hillary.

Kemunculan bukti baru ini membuat FBI mau tak mau, suka tak suka harus membuka lagi peradilan untuk calon presiden AS usungan Partai Demokrat tersebut yang baru ditutup sebulan lalu. Dalam persidangan terakhir, setelah penyelidikan kurang lebih setahun, FBI menyatakan tidak ada temuan pesan yang membahayakan keamanan nasional dari surel pribadi Hillary yang dibocorkan Wikileaks.

Foto: Anthony Weiner. (New York Times)

Persoalan ini telah dikonfirmasi oleh Direktur FBI, James B Comey dalam surat pemberitahuannya ke Kongres AS. Seperti disitat dari New York Times, Sabtu (29/10/2016), Comey menginfokan adanya pesan diduga berisi informasi rahasia dalam surel Weiner. Penyelidikan awal berfokus pada surel Weiner untuk remaja perempuan berusia 15 tahun di North Carolina.

Belum dapat dipastikan apakah pesan dalam surel pribadi suami Abedin itu ada yang dari server Hillary. Walaupun dalam surat Comey ke kongres mengatakan, surel itu tampak relevan, tetapi FBI mengaku belum melihatnya.

Dibuka kembali pengadilan terhadap surel yang kemungkinan berhubungan dengan mantan ibu negara tersebut diyakini akan membuat pilpres semakin seru. Pasalnya, fakta baru itu mencuat kurang dari dua pekan jelang eksekusi pilpres di Negeri Paman Sam.

Calon presiden AS dari Partai Republik, Donald Trump pun kian semangat mengangkat skandal surel itu dalam kampanye-kampanyenya. Di sisi lain, kabar ini membuat kubu Hillary semakin kelimpungan. Juru bicara Hillary, Brian Fallon bahkan enggan berkomentar banyak soal informasi tersebut.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

(Sil)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini