Jaksa juga mengangkat catatan transkrip interogasi polisi dengan Jutting pada 2 November 2014, tentang bagaimana Jutting menyatakan dia sengaja menggunakan kokain agar bisa melakukan pembunuhan tersebut.
Sempat terjadi perdebatan di sidang antara Jaksa dengan Dr. Lattham tentang apakah Jutting sadar dan mampu mengendalikan dirinya saat melakukan pembunuhan tersebut atau tidak.
Saksi ahli Dr. Lattham berkali-kali menyatakan bahwa Jutting sebenarnya tak merencanakan membunuh Ningsih pada awalnya, baru belakangan dia menghabisi nyawa ibu beranak satu itu.
Jika kedelapan juri dapat diyakinkan bahwa Jutting melakukan pembunuhan hanya akibat pengaruh kelainan kepribadian, alkohol dan kokain dan bukannya direncanakan, maka warga Inggris ini bisa mendapat hukuman lebih ringan untuk pidana pembunuhan tak berencana.
Sumiarti Ningsih adalah seorang ibu seorang anak dari satu desa di Cilacap, Jawa Tengah. (Foto: keluarga Sumarti Ningsih)
Jaksa kemudian mengangkat beberapa pernyataan Jutting di rekaman iPhonenya saat menyiksa Ningsih. Ia beberapa kali mengumpat dan memarahi Ningsih yang dia anggap terlalu banyak bergerak saat diikat.
"Apa kamu ingin saya memukulmu? Kalau kamu jawab iya, saya akan pukul sekali. Jika kamu jawab tidak, saya pukul dua kali!" jerit Jutting. Sementara suara Ningsih hanya terdengar sebagai gumaman samar.