Pertemuan suku untuk membicarakan pernikahan Seretse dan Ruth berlangsung hingga tujuh bulan. Pada rapat terakhir yang dihadiri 9.000 orang, hanya 40 orang yang keberatan Seretse dan Ruth menjadi pasangan raja dan ratu.
Selama periode tersebut, Pemerintah Inggris dan Afrika Selatan sepakat bahwa pernikahan Seretse dan Ruth melanggar hukum ras. Perdana Menteri Afrika Selatan bahkan menyebut masalah ini "mengganggu".
Seretse dan Ruth. (Foto: Hulton-Deutsch/Corbis/Daily Mail)
Saat Ruth hamil, Seretse dipanggil ke London untuk bertemu menteri di Kantor Persemakmuran. Ruth diminta tinggal di Bechaunaland. Ternyata, undangan itu adalah jebakan.
Pemerintah Inggris mendesak Seretse meletakkan semua hak kepemimpinannya sebagai kepala suku. Ketika Seretse menolak, ia pun dihukum tidak boleh kembali ke tanah airnya selama lima tahun.
Protes merebak. Bahkan pendukung politik Seretse membentuk komite untuk menangani kasus ini.