Pada 1956, para pemimpin suku Bamangwato mengirimkan telegram ke ratu Inggris dan meminta agar Seretse diizinkan pulang. Ketika ia akhirnya kembali, Seretse menyerahkan semua haknya atas tahta kepala suku. Ia menggelar pemilu dan terpilih sebagai presiden pertama negeri yang kemudian bernama Botswana.
Seretse dan Ruth bersama dua anak mereka. (Foto: Corbis/Daily Mail)
Seretse dan Ruth memiliki seorang putri dan tiga putra. Salah satu anak laki-laki Seretse, Ian, kini meneruskan kepemimpinannya sebagai presiden.
Seretse meninggal di pelukan Ruth pada 1980, kala itu ia berusia 50 tahun. Ruth menghembuskan napas terakhir pada 2002 di usia 78 tahun.
(Rifa Nadia Nurfuadah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.