PADA masa Orde Baru, tersohor sebuah ungkapan “Asal Bapak Senang” (ABS). Biasanya, sebutan itu digunakan sebagai sindiran atau ungkapan sarkasme untuk sebuah atau sejumlah laporan dari bawahan untuk para bos atau pejabat.
Laporan yang sebenarnya tidak sesuai kenyataan, tapi tertulis dan direkayasa agar bagaimana si bos atau pejabat tersenyum. Ya pokoknya asal bapak (bos/pejabat) senang melihat laporan dari tugas-tugas yang diberikan bawahan.
Budaya ini tentu bukan budaya yang patut dilestarikan. Namun terlepas dari itu, tahukah Anda bahwa sebutan “Asal Bapak Senang” alias ABS, awalnya tidaklah berbau atau bertujuan politik?
Ya, Asal Bapak Senang alias ABS ini sebetulnya sudah eksis sejak era Orde Lama, yakni saat pemerintahan masih mantap dipegang sang proklamator, sang pemimpin besar revolusioner, putra sang fajar – Soekarno alias Bung Karno. Dan Asal Bapak Senang alias ABS, bukan penyebutan bernada politis, melainkan nama sebuah band.
Band yang disukai dan acap jadi pengiring Bung Karno menari Lenso atau Cha Cha di berbagai acara yang dihadiri si “Bung Besar”. Salah satunya adalah ketika Bung Karno mengunjungi rumah dinas (mendiang) Menteri/Panglima Angkatan Darat (Menpangad) Letjen (Jenderal Anumerta) Ahmad Yani.