nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Melania Trump

Silviana Dharma, Jurnalis · Jum'at 11 November 2016 16:09 WIB
https: img.okeinfo.net content 2016 11 11 17 1539067 melania-trump-dYp8JEIBGB.jpg Melania Trump. (Foto: GQ)

PESTA Demokrasi Amerika Serikat telah melahirkan juaranya. Donald Trump dipastikan akan menjadi suksesor Presiden Barack Obama periode 2016-2020. Hasil pilpres AS ini secara otomatis, melambungkan Melania Trump ke kursi perempuan nomor satu di Negeri Paman Sam.

Terlahir dengan nama Melanija Knavs pada 26 April 1970 di kota sungai dekat Sevnica, Slovenia, istri ketiga Donald Trump itu akan menjadi ibu negara pertama yang memiliki darah komunis, musuh abadi yang ideologinya dibenci AS. Meskipun tidak menganut ideologi tersebut, sejarah masa kecil Melania tidak dapat dikesampingkan, sebab ia tumbuh besar di lingkungan komunis era perang dingin. Tepatnya di bawah pemerintahan Presiden Yugoslavia Josip Broz Tito.

Melania Trump memulai karier modelingnya pada usia 16 tahun. Profesi itu menarik hatinya, karena sang ibu adalah seorang perancang busana, sedangkan ayahnya merupakan seorang penjual mobil. Sepanjang kariernya, dia pernah tampil sebagai wajah utama majalah Vogue, Harper’s Bazaar, Ocean Drive, Avenue, InStyle, dan New York Magazine.

Ia juga pernah meneken kontrak dengan agensi di Milan pada usia 18 tahun sampai akhirnya mengambil cuti penuh dari dunia model dan meneruskan pendidikan ke perguruan tinggi.

Ibu Barron Trump pun hijrah ke negeri adidaya, tepatnya ke New York pada 1996. Dia mendapatkan status permanent resident pada 2001. Melalui proses naturalisasi, Melania kemudian memperoleh status kewarganegaraan AS pada 2006.

Setelah kuliahnya tamat, Melania kembali ke dunia model. Banyak orang berpendapat bahwa perempuan cantik dengan bentuk tubuh ideal, tinggi, dan langsing, umumnya pasti bodoh. Akan tetapi, Melania Trump membuktikan sebaliknya.

Semasa di Slovenia, dia pernah menyelesaikan kuliah arsitektur dari Universitas Ljubljana. Selain itu, dia juga fasih bicara dalam lima bahasa, meliputi Inggris, Slovenia, Prancis, Serbia, dan Jerman. Keahlian ini jelas akan sangat membantu karier suaminya di kantor kepresidenan dan kunjungan dinas kelak.

Citra lain yang sangat bertolak belakang dengan karier model dan gayanya yang tampak glamor di muka umum, Melania Trump sejatinya adalah ‘orang rumahan’. Ia lebih suka menghabiskan waktu di rumah dan mengurusi putra semata wayangnya. Dia bahkan menghindari pergi pesta-pesta ke bar maupun kelab malam. Ketika menemui Michelle Obama di Gedung Putih pada Kamis 10 November 2016, mereka bahkan terlibat percakapan seru soal mengurus keluarga dan membesarkan anak-anak dalam lingkup istana presiden.

Percaya atau tidak, satu-satunya pria yang pernah dia kencani adalah suaminya sekarang, Donald John Trump. Pasalnya, Melania ternyata tipe penyendiri. Dia biasa pergi sendirian ke bioskop maupun ke tempat gym.

Bertolak belakang dengan perwakilan Republik untuk Capres AS, mantan model rokok Camel yang wajahnya pernah terpampang di papan iklan besar di Times Square itu juga tipe yang cenderung antisosial. Dalam arti, walau sudah jadi orang terkenal sekalipun, dia termasuk sangat tidak aktif di media sosial. Dia pernah tampil di program televisi, sering terlihat mendampingi suaminya berkampanye dan berorasi, tapi dia sendiri tidak banyak bicara.

Pidatonya pada Senin 18 Juli 2016 malam menjelang konvensi GOP merupakan pertama kalinya dia bicara di hadapan publik. Sayangnya, unjuk gigi pertamanya tidak berhasil memukau khalayak, karena kekeliruan tak disengaja dari staf penulis naskah pidato.

Di samping cerdas, calon ibu negara pertama yang lahir di luar AS ini juga aktif dalam kegiatan-kegiatan filantropi, baik di New York maupun di luar kawasan tersebut. Dia juga cukup mandiri, dengan mengelola usaha perhiasan sendiri dan tidak mau hanya bergantung pada penghasilan suaminya.

Melania pernah berujar, jika menjadi ibu negara, ia akan menjadi sosok yang sangat tradisional seperti dua ibu negara sebelumnya, yakni Betty Ford atau Jackie Kennedy. Selain itu, asal usul kelahirannya membuat namanya layak disandingkan dengan Louisa Adam, istri Presiden John Quincy Adams, yang lahir di Inggris.

Istri Donald Trump itu pada dasarnya juga dikenal sebagai orang yang ramah. Ketika suaminya mencalonkan diri sebagai bakal capres AS, ia agak sedih melihat Trump sering bersitegang dengan bakal capres Demokrat, Hillary Clinton. Padahal sebenarnya kedua keluarga capres AS itu cukup dekat.

Hillary dan Bill Clinton datang ke pernikahan Trump dan Melania pada 2005. Pada Januari 2013, Melania mengunggah bukti keakraban mereka ke Twitter dengan dibubuhi keterangan, “#memories (kenangan) #mywedding (pernikahan saya).”

Selain itu, meski ayah dan ibunya bersaing, putri sulung Trump, Ivanka Trump dan putri semata wayang pasangan Clinton, Chelsea Clinton ternyata bersahabat karib.