“Besoknya saya perbaiki mesin genset tersebut dan membeli mesin genset serupa sebanyak dua unit, namun pukul 12.00 WIB ke dua mesin genset yang baru saja dibeli mati lagi,” ceritanya.
Selain kejadian itu, saat pengerjaan proyek sedang berjalan as roda mesin molen secara tiba-tiba patah, kejadian itu pun terjadi pada pukul 12.00 WIB. Bahkan, warga setempat melihat gerombolan berambut putih sedang memasak di lokasi proyek, tepatnya di pohon waru tua seperti sedang melaksanakan hajatan.
“Anehnya yang melihat gerombolan rambut putih hanya penduduk asli saja, pekerja proyek tidak ada satu pun yang dapat melihatnya,” jelasnya.
Akhirnya Uhen menemui Ema Icih (88), salah satu kasepuhan Madasari. Dia pun berpesan kalau di lokasi tersebut tidak boleh melaksanakan aktivitas di waktu tertentu dan jangan bicara sembarangan.
“Karena banyak kejadian di luar logika akhirnya saya memilih Ema Icih untuk selalu berada di lokasi selama pengerjaan proyek ini selesai,” tutupnya.
(Feri Agus Setyawan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.