(Baca: Kondisi Balita Korban Ledakan di Samarinda Berangsur Membaik)
“Kalau kita perhatikan, saluran pernapasannya sudah mulai ada perbaikan sekarang. Anaknya sudah bisa nangis dan sudah bisa bicara. Luka bakar itu masa kritisnya 10–12 hari. Kita akan terus pantau Triniti melewati masa kritisnya," terang dr Rachim Dinata, direktur RSUD Abdul Wahab Syahranie Samarinda, Selasa (15/11/2016).
Sementara terkait tewasnya Intan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang belakangan tengah sibuk konsolidasi dan safari militer, menyempatkan diri menyampaikan ungkapan duka mendalam.
“Tidak ada kata yang dapat menggambarkan, betapa dalam rasa dukacita saya atas meninggalnya Intan. Itu sudah di luar batas kemanusiaan, karena ini anak-anak kita," ujar Presiden Jokowi di Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (Secapa AD), Bandung, Selasa (15/11/2016).
Pada Senin 14 November malam, puluhan warga Samarinda turut menggelar aksi solidaritas menyalakan seribu lilin untuk mendiang Intan. Mereka juga sekaligus mengadakan doa bersama di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur di Jalan Gajah Mada, Samarinda.