Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menambahkan, aksi yang terjadi pada 4 November 2016 di depan Istana Merdeka merupakan aksi biasa. Aksi seperti itu dianggap wajar karena sudah kerap terjadi di setiap momentum pilkada.
"Ya sebetulnya dalam setiap pilkada ya. Baik pemilihan wali kota, pilgub, biasa di mana-mana pasti suhunya hangat, dinamikanya pasti lebih tinggi dari keadaan normal biasa. Sehingga ini juga dinamika biasa," ungkap Jokowi.
Kendati demikian, Jokowi menyesalkan aksi tersebut karena diduga ditunggangi aktor politik. Sehingga aksi yang semula damai akhirnya ricuh kemudian menimbulkan puluhan korban luka-luka.
(Angkasa Yudhistira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.