Share

Perjanjian Damai Baru Kolombia-FARC Ditandatangani Pekan Ini

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 23 November 2016 09:02 WIB
https: img.okezone.com content 2016 11 23 18 1548821 perjanjian-damai-baru-kolombia-farc-ditandatangani-pekan-ini-p3Jv9KU65H.JPG Presiden Kolombia Juan Manuel Santos (ki) berjabat tangan dengan Pimpinan FARC Timochenko dalam upacara penandatanganan perjanjian damai pertama di Cartegena, 26 September 2016. (Foto: Reuters)

BOGOTA – Presiden Juan Manuel Santos mengatakan Pemerintah Kolombia dan pemberontak Pasukan Revolusi Kolombia (FARC) akan menandatangani perjanjian perdamaian baru pada Kamis 24 November 2016 dan mengirimkannya ke kongres untuk disetujui. Setelah kegagalan dalam upaya pertama, perjanjian baru ini kembali berusaha menyudahi konflik berdarah antara dua pihak bertikai yang telah berlangsung selama 52 tahun.

Dokumen yang telah direvisi itu bakal ditandatangani di Bogota oleh Pimpinan FARC Rodrigo Londono dan Presiden Juan Manuel Santos. Nama yang disebut terakhir baru saja mendapat Nobel Perdamaian atas upayanya mengakhiri perang saudara dengan kelompok pemberontak di Kolombia.

β€œKita memiliki kesempatan yang unik untuk menutup bagian dari sejarah yang telah menimbulkan duka dan memengaruhi jutaan warga Kolombia selama setengah abad,” kata Santos dalam pidato yang disiarkan di televisi.

Pemerintah Kolombia telah memublikasikan perjanjian damai baru tersebut sejak pekan lalu sebagai upaya menggalang dukungan setelah rancangan perjanjian pertama ditolak melalui referendum pada 2 Oktober. Penolakan terjadi karena rancangan perjanjian itu dinilai terlalu menguntungkan pihak pemberontak.

β€œPerjanjian baru ini mungkin tidak akan menyenangkan semua orang, tapi itulah yang terjadi dengan perjanjian damai. Selalu ada suara kritik. Hal itu bisa dimengerti dan dihormati,” tambahnya.

Berdasarkan laporan Reuters, Rabu (23/11/2016), dokumen setebal 310 halaman tersebut hanya mengalami sedikit perubahan dari naskah aslinya. Perubahan terkait penjelasan mengenai hak-hak properti dan penahanan pemberontak di daerah terpencil atas kejahatan yang dilakukan semasa perang.

Minimnya perubahan ini menimbulkan kritik dari mantan presiden Alvaro Uribe yang menjadi pemrakarsa penolakan. Selain itu, keputusan Presiden Manuel Santos untuk menyerahkan pengesahan perjanjian kepada Kongres Kolombia tanpa melalui jalur referendum juga mendapat kecaman dari kubu yang menolak perjanjian damai.

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini