Itu pun setelah didesak lagi oleh pemuda. Rakyat hanya menginginkan Soekarno tampil ke muka umum untuk menyampaikan kelanjutan proklamasi yang didengungkan 17 Agustus 1945.
Kemudian, Soekarno dengan dikawal beberapa pemuda yang sebelumnya sudah punya pengalaman militer sebagai pengawalnya, naik ke mimbar utama. Kemudian hanya butuh sekira pidato lima menit buat Soekarno bisa membubarkan massa dengan tenang dan damai.
“Percayalah rakyat kepada pemerintah. Kalau saudara-saudara memang percaya pada pemerintah yang akan mempertahankan proklamasi kemerdekaan itu, walaupun dada kami akan dirobek-robek, kami tetap mempertahankan Republik Indonesia. Maka berilah kepercayaan itu pada kami dengan cara tunduk kepada perintah-perintah dan disiplin,” seru Soekarno.
“Pulanglah dengan tenang. Tinggalkan rapat ini sekarang juga dengan tertib dan teratur. Tunggulah berita dari pada pemimpin di tempatmu masing-masing. Sekarang bubarlah. Pulanglah saudara-saudara dengan tenang
Setelah itu, massa yang sedianya sudah siap bentrok fisik lantaran sudah membekali diri dengan bambu runcing dan golok, berkenan bubar seketika tanpa kericuhan. Ancaman bentrok dengan tentara Jepang yang berjaga pun buyar dan situasi kembali kondusif.
(Randy Wirayudha)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.