5. Ani
Bayangkan sebuah kota yang dulunya ramai; anak-anak bermain dengan senang, tawa dan canda bergema di mana-mana, sekejap berubah sepi dan sunyi. Hanya deru angin dan semilir angin yang tertangkap indera.
Itulah Ani. Kota di perbatasan Turki dan Armenia. Tersebar di antara dataran bunga-bunga liar adalah sisa-sisa reruntuhan sebuah kota yang pernah amat berjaya. Pada abad 11, Ani adalah rumah bagi lebih dari 100 ribu orang. Terletak di jalur perdagangan strategis, Ani segera menjadi ibu kota Kerajaan Armenia yang menjadi negara merdeka pada 884.
Ani (Foto: Creative Commons)
Bahkan selama beberapa dekade selanjutnya, kota ini menjadi perebutan bangsa-bangsa. Mulai dari Kekaisaran Byzantium, Dinasti Seljuk, Dinasti Kurdi atau Shaddadid hingga Kerajaan Mongol.
Namun gempa bumi dahsyat pada 1319 membawa kerusakan besar bagi kota tersebut. Kejayaan tinggal kenangan dan jadilah Ani sebuah kota hantu. (rfa)
(Silviana Dharma)