Share

Bill Clinton: Direktur FBI Biang Keladi Kekalahan Hillary

Wikanto Arungbudoyo, Okezone · Selasa 20 Desember 2016 00:02 WIB
https: img.okezone.com content 2016 12 20 18 1570772 bill-clinton-direktur-fbi-biang-keladi-kekalahan-hillary-Y2WwtGQtnn.jpg Pasangan suami istri Bill dan Hillary Clinton (Foto: Brian Snyder/Reuters)

NEW YORK โ€“ Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) William Jefferson โ€œBillโ€ Clinton dikenal sebagai politikus ulung. Akan tetapi, Presiden ke-42 AS itu juga dikenal tidak mampu menyembunyikan emosinya terutama ketika amarahnya tengah meluap-luap.

Beberapa saat setelah sang istri Hillary Clinton kalah dari Donald Trump dalam pemilihan presiden (Pilpres AS 2016), Bill diketahui bertemu dengan redaktur sebuah harian lokal di New York. Politikus Partai Demokrat itu menyebut Direktur Biro Investigasi Federal (FBI) James Comey sebagai biang keladi kekalahan sang istri.

โ€œJames Comey membuat Hillary kalah dalam Pilpres,โ€ ucap Bill Clinton yang ditirukan redaktur harian Bedford-Pound Ridge Record Review Ed Baum, sebagaimana dikutip dari Independent, Selasa (20/12/2016). Bill Clinton menganggap pembukaan kembali penyelidikan terhadap skandal surat elektronik (surel) sebagai penyebab suara Hillary tergerus.

Pembukaan kembali tersebut memberikan sasaran tembak baru bagi Donald Trump dalam pekan-pekan terakhir menuju Pilpres AS 2016. Meski kemudian Comey menyatakan Hillary tidak bersalah, peluangnya untuk terpilih sebagai perempuan Presiden AS pertama semakin mengecil. Padahal, sejumlah jajak pendapat menunjukkan Hillary unggul jauh di sejumlah negara bagian kunci sebelum pembukaan kembali penyelidikan.

Sebagaimana diberitakan, James Comey mengirim surat ke anggota Kongres mengenai temuan baru dari surel Hillary Clinton saat menjadi menteri luar negeri. Ribuan surel tersebut ditemukan dari penyelidikan terpisah yang dilakukan FBI kepada anggota Anthony Weiner. Anggota Kongres AS itu diketahui sebagai mantan suami dari asisten Hillary Clinton, Huma Abedin. Weiner tengah diselidiki atas dugaan pelecehan seksual terhadap seorang perempuan di bawah umur.

Tuduhan serupa dilancarkan Hillary Clinton dan anggota Partai Demokrat lain kepada James Comey usai Pilpres AS 2016. Kekalahan tersebut memang sangat mengejutkan karena hingga satu hari jelang Pilpres, sejumlah survei menempatkan Hillary sebagai pemenang meski dengan selisih yang tipis.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini