Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pembelotan Diplomat Korut Diduga karena Bujukan Korsel

Pembelotan Diplomat Korut Diduga karena Bujukan Korsel
Diplomat tinggi Kedubes Korut di London, Thae Yong Ho (di televisi), membelot ke Korsel Agustus lalu. (Foto: AP)
A
A
A

PYONGYANG - Banyaknya warga dan diplomat Korea Utara (Korut) membelot ke Korea Selatan (Korsel) membuat resah Pyongyang. Bahkan, pemerintah Korut menuduh Korsel meningkatkan usaha mendorong pembelotan tersebut.

Kementerian Luar Negeri Korea Utara, menuduh Korea Selatan melakukan "teror politik" dengan meningkatkan usaha untuk mendorong pembelotan oleh warga Korea Utara di luar negeri, terutama para diplomat.

Ju Wang Hwan, seorang pejabat kementerian yang bekerja dalam Institut Perlucutan Senjata dan Perdamaian, mengatakan, para diplomat Korea Utara di seluruh dunia telah menerima e-mail dengan lampiran yang memuat artikel yang kelihatannya dari media pemerintah Korea Utara. Ia mengatakan, artikel itu telah diubah untuk membingungkan dan mempengaruhi pembaca yang menjadi sasarannya dengan "memfitnah dengan jahat pemimpin tertinggi kami dan tata sosialis kami."

"Ini jelas teror politik, yang berusaha menyebabkan kekacauan sosial dan pertumpahan darah di dalam negara berdaulat," kata Ju dalam wawancara di Pyongyang.

Dalam pernyataan yang panjang yang dimuat oleh kantor berita Korea Utara Kamis, 21 Desember, Kementerian Luar Negeri Korea Utara juga menuduh agen-agen Korea Selatan menelefon dan mengikuti para diplomatnya dalam usaha untuk mendorong mereka membelot.

Jeong Joon-Hee, juru bicara Kementerian Unifikasi Seoul, membantah klaim Korea Utara itu dengan menyebutnya tidak berdasar dan propaganda yang tidak benar.

Beberapa pembelotan yang diberitakan luas telah terjadi tahun ini. Sekelompok perempuan Korea Utara yang bekerja dalam sebuah restoran di Tiongkok membelot pada April, tetapi pihak berwenang Pyongyang berkeras mengatakan mereka diculik dengan paksa.

Wakil Duta Besar Korea Utara di London, Thae Yong Ho, juga membelot ke Korea Selatan tahun ini. Ia adalah pejabat paling tinggi yang mengakui secara terbuka telah membelot salam beberapa tahun ini. Pyongyang tidak menyangkal pembelotannya, tetapi menuduhnya melarikan diri dari kejahatan seksual dan keuangan.

(Rifa Nadia Nurfuadah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement