Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

NEWS STORY: Firasat Jenderal Ahmad Yani Pamit ke Orangtua di Subuh Berdarah

Randy Wirayudha , Jurnalis-Minggu, 22 Januari 2017 |08:22 WIB
NEWS STORY: Firasat Jenderal Ahmad Yani Pamit ke Orangtua di Subuh Berdarah
Mendiang Jenderal (Anm) TNI Ahmad Yani bersama keluarga (Foto: Randy Wirayudha/Repro Museum Sasmitaloka Pahlawan Revolusi Jenderal Ahmad Yani)
A
A
A

“Mbah (Wongsoredjo) cerita bahwa saat dihampiri sosok Bapak itu, tepat pada kejadian di sini juga, Subuh 1 Oktober 1965. Mbah putri bertanya-tanya, ada apa ya (Jenderal) Yani datang berpamitan? Awalnya mereka mengira Bapak (Jenderal Yani) sakit. Tapi kemudian ternyata diketahui bahwa ada kejadian G30S di Jakarta,” sambung Amelia Yani.

Sejak datang ke Jakarta, ayah Jenderal Yani sakit-sakitan akibat dampak perih hati yang tak tergambarkan. Sejak saat itu pula, sakitnya tak pernah pulih dan akhirnya menyusul putranya ke alam baka setahun setelah Jenderal Yani meninggal.

“Kami beberapa kali masih suka mudik ke Rendeng, liburan sekalian menemani Mbah Putri. Rasanya beda ketika sudah enggak ada Bapak (Jenderal Yani),” tandasnya seraya menatap penuh rindu pada salah satu foto Jenderal Yani di museum tersebut.

(Randy Wirayudha)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement