Bensley memulai perjalanannya dari Trafalgar Square, London, pada 1 Januari. Cerita tentang apa yang terjadi di jalan pun simpang siur. Salah satunya, Bensley dikabarkan bepergian selama 6,5 tahun. Selama pengembaraannya, Bensley disebut bertemu dengan Raja Edward VII di arena pacu Newmarket. Bensley menjual kartu pos kepada sang raja seharga 5 poundsterling. Sang raja juga meminta tanda tangan Bensley.
Ada juga cerita yang menyebutkan Bensley ditahan di Bexleyheath, Kent, karena berjualan kartu pos tanpa izin. Sebelumnya, polisi meminta Bensley untuk melepas topeng. Tetapi, kharismanya membuat Bensley mampu meyakinkan polisi tentang alasannya memakai topeng. Ia pun dilepas dan membayar denda dengan jumlah minimal.
Bensley berhasil mendatangi 12 negara dan menerima 200 lamaran pernikahan. Tidak satu pun lamaran ia terima. Ternyata, ada sebuah surat kabar menawarkan 1.000 poundsterling bagi siapa pun yang mampu mengungkap identitasnya.
Ketika perang berkecamuk pada Agustus 1914, Bensley sedang berada di Italia. Ia adalah pribadi yang patriotik hingga bersedia menghentikan pengembaraannya meski akan kalah taruhan. Bensley kemudian bergabung dengan pasukan Inggris dan mengaku kalah taruhan. Ia menerima 4.000 poundsterling sebagai hadiah hiburan yang kesemuanya disumbangkan.
Sayangnya, setahun kemudian ia harus meninggalkan ketentaraan karena terluka. Revolusi Bolshevik membuat investasi Bensley di Rusia tidak berharga. Ia pun bangkrut pada 1917. Bensley menghembuskan nafas terakhir pada 1956 di Brighton, Inggris.
(Rifa Nadia Nurfuadah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.